Calon pemnumpang peswat memedati pintu keberangkatan saat chek-in di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (19/6/2017). Arus mudik di Bandara Hang Nadim terus mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah masih mengevaluasi penetapan jumlah hari cuti bersama Lebaran tahun ini. Meski Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri sudah disepakati dan ditandatangani, tidak menutup kemungkinan keputusan itu akan berubah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Asman Abnur memastikan, pemerintah mendengar saran dari semua pihak.

”Makanya masih ada diskusi,” ungkap dia ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Senin (30/4).

Bersama Menko PMK Puan Maharani, kemarin Asman kembali membahas cuti bersama Lebaran tahun ini.

Menurut Asman, dalam rapat kemarin dibahas soal dampak ekonomi dari SKB Tiga Menteri yang disetujui oleh Kemenpan dan RB, Kementerian Agama (Kemenag), serta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Namun demikian, pembahasannya belum final. ”Lagi dirumuskan. Jadi, belum ada kesimpulan,” kata dia. Kesimpulan yang dimaksud adalah revisi SKB Tiga Menteri atau tidak sama sekali.

Asman mengungkapkan bahwa pemerintah butuh waktu untuk sampai pada kesimpulan. Apalagi yang kaitannya dengan dampak ekonomi. Mereka tidak ingin gegabah mengambil langkah. Untuk itu, perhitungan dilakukan dengan cermat. Namun demikian, dia juga tidak mengelak soal waktu yang kian mendesak. Karena itu, dalam waktu dekat rapat membahas cuti lebaran akan kembali dilaksanakan.

”Nanti akan ada rapat koordinasi lagi,” kata dia.

Dia pun menuturkan, kesimpulan dan keputusan final akan diambil segera. Diupayakan sebelum Ramadan. Selama belum ada keputusan, sambungnya, tidak ada perubahan SKB Tiga Menteri. Dengan demikian, SKB tersebut tetap berlaku.

”Tapi, tadi (kemarin) kan kami menghitung dari segi dampak ekonomi,” imbuhnya.

Selain itu, masukan maupun saran dari pihak lain juga turut mereka pertimbangkan.

Termasuk di antaranya masukan dari institusi pemerintah lainnya. Karena itu, dalam rapat kemarin turut hadir Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

”Tadi, dari Menhub juga memberi pertimbangan masalah kemacetan lalu lintas,” kata Asman.

Saat dikonfirmasi, Budi menyampaikan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan penambahan waktu cuti bersama. Tapi, dia menilai penambahan itu akan lebih baik di awal cuti.

Masukan itu disampaikan dengan pertimbangan manajeman arus lalu lintas (lalin). Baik ketika mudik maupun arus balik.

”Kalau Kemenhub memang melihat libur di awal akan lebih gampang manage arus lalu lintas,” imbuhnya.

Namun demikian, pihaknya juga tidak bisa memaksakan kehendak. Sebab, semua harus dipertimbangkan. Yang pasti keputusan harus baik untuk semua pihak. Bukan hanya satu atau dua pihak saja.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya masih menyiapkan skema untuk memecah arus lalu lintas agar tidak terlalu padat. Salah satunya dengan merekomendasikan agar para orang tua mendahulukan anak-anak mereka yang masih duduk dibangku sekolah.

”Kalau ada libur akan merekomendasikan pulang lebih awal,” kata dia. Dengan demikian, dia optimistis potensi macet turut berkurang. (syn/JPG)

Respon Anda?

komentar