Donwori, 32, kini sendiri lagi. Penantiannya selama bertahun-tahun untuk bisa menikah dan membentuk keluarga bahagia terpaksa buyar belum sampai seperempat jalan. Alasannya sangat millennial, Karin lebih memilih karir daripada memiliki anak.

“Ya semacam perempuan modern sekarang, nggak mau punya anak,” keluhnya saat berada di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya.

Penolakan Karin untuk memiliki anak adalah lantaran sudah terikat kontrak dengan perusahaannya selama tiga tahun. Kontrak itu diambil sebelum dirinya memutuskan untuk menikahi Donwori. Rupanya, hal itu baru diketahui Donwori belakangan setelah menikah. Donwori yang sudah lama ngebet punya anak harus gigit jari.

“Lha umurku sudah memasuki kepala tiga, kalau tak tunda lagi, anakku bisa jadi kayak cucuku nanti,” imbuh pria kelahiran Darmo ini.

Karena sudah tidak sabar menunggu, Donwori pun meminta Karin untuk berhenti saja bekerja. Toh ia merasa selama ini penghasilannya lebih dari cukup. Namun, rupanya Karin menolak keinginan Donwori. Ia meminta Donwori untuk bersabar tiga tahun lagi.

Sempat menurut perkataan istri, Donwori mulai rewel lagi. Ia didesak oleh orangtua untuk segera mendapatkan momongan. Akhirnya, dia pun balik lagi mendesak Karin. Namun sayang, lagi-lagi permintaannya itu ditolak oleh Karin. Alasan Karin tetap sama bahkan lebih ngeri, yakni tidak mau meninggalkan karirnya demi anak.

“Dia bilang. dia cinta mati dengan pekerjaannya dan nggak mau pensiun dini hanya karena alasan mengurus anak,” keluh Donwori.

Alasan pekerjaan inilah yang membuat Donwori kerap adu mulut dengan Karin. Meski dipaksa berkali-kali, Karin juga ngotot untuk tetap bekerja. Hingga pada akhirnya Karin merelakan Donwori untuk mencari yang lain.

“Ternyata dia lebih milih karir. Aku nggak ngerti sebenarnya dia cinta beneran sama aku atau tidak,” kata Donwori dengan nada lemas. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar