Iklan

batampos.co.id – Kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA di Kabupaten Natuna kali ini tanpa hiruk-pikuk. Pelajar tidak menggelar aksi coret-coret pakaian dan konvoi di jalanan seperti yang biasa dilakukan pada tahun sebelumnya.

Iklan

Di Kecamatan Bunguran Timur atau tepatnya di Kota Ranai, kegembiraan pelajar hanya berkumpul di sekolah. Aksi-aksi yang dianggap kurang baik digantikan dengan aksi pengumpulan seragam sekolah oleh Forum Anak Natuna (FAN) Kecamatan Bunguran Timur, untuk dibagikan kepada adik kelas mereka yang memerlukannya.

Hal ini tercipta berkat kerja keras FAN yang telah melalukan pencegahan aksi-aksi di atas melalui upaya-upaya sosialisasi dan pembinaan jauh hari sebelumnya. Langkah anak-anak FAN itu didukung Babinsa Polsek Bunguran Timur, Kemenag Natuna dan kalangan guru.

Alhamdulillah, mereka mau mengerti dengan apa yang kami tawarkan,” kata ketua FAN Kecamatan Bunguran Timur, Rizki Zulfiardo di SMAN 1 Binguran Timur.

Baginya kebiasaan yang dianggap kurang bermanfaat sudah bukan zamannya lagi dan sudah tidak relevan dilakukan pelajar zaman now. “Makanya dalam kegiatan ini kami mempunyai moto pelajar zaman now, no coret-coret pakaian, no konvoi di jalanan,” ujar seorang siswa kelas dua SMAN 2 Bunguran Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Natuna Suherman mengapresiasi siswa tidak melakukan aksi coret-coret pa­kaian. “Ini suatu upaya yang sangat baik dilakukan oleh anak-anak kami. Salut untuk anak FAN dan fasilitatornya,” katanya.

Namun begitu, ia mengaku tidak mengetahui secara teknis seluruh rangkaian kegiatan UN tingkat SLTA kali ini karena semuanya ditangani Provinsi Kepri.(arn)