ilustrasi

batampos.co.id – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Asosiasi Provinsi Kepri mengaku belum mendapatkan petunjuk pelaksanaan (juklak) mengenai pelaksanaan Liga 3 untuk putaran provinsi. Padahal sesuai dengan surat edaran no 02/II/2018, pelaksanaan gelaran Liga 3 putaran provinsi dilaksanakan April – Juli 2018.

Wakil Ketua PSSI Asprov Kepri Mayfrizon mengaku saat in pihaknya tengah berkonsentrasi untuk melakukan pelantikan pengurus exko. “SK kepengurusan sudah ditandatangani oleh Ketu PSSI. Hanya saja memang masih menunggu jadwal pelantikan,” tuturnya, Jumat (4/5).

“Keterlambatan pelantikan ini lantaran masih menunggu jadwal dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun selaku Ketua Exco PSSI Asprov Kepri,” urai Mayfrizon.

Beberapa waktu terakhir ini, lanjutnya, jadwal Gubernur Kepri memang terbilang padat. Tetapi, maierizon mengatakan jika usai pelantikan nanti PSSI Asprov Kepri akan segera menggelar Raker.

“Dibeberapa wilayah, memang Liga 3 putaran provinsi ada yang telah digelar. yang penting nanti tak berbentrokan dengan jadwal putaran regional,” kata Mayfrizon.

Mayfrizon memang mengakui jika pihaknya belum menerima juklak pelaksanaan Liga 3 untuk putaran provinsi. “Tetapi pengurus PSSI Asprov Kepri, seperti Sekretaris dan pengurus lainnya sudah siap untuk menggelar Liga 3 sewaktu-waktu diperlukan,” tuturnya

Terkait dengan pembinaan sepakbola Kepri, Mayfrizon mengaku jika hal itu menjadi fokus perhatian PSSI Asprov Kepri dibawah Nurdin Basirun. “Tak bisa dipungkiri jika memang sepakbola di Kepri terbilang tertinggal dibanding daerah lain. Tetapi melalui beragam kejuaraan dan pelatihan Insha Allah, akan ada bibit-bibit pesepakbola berbakat yang akan muncul di Kepri,” tuturnya.

“Kami memang akan terus menggulirkan beragam kejuaraan untuk bisa menciptakan peluang menumbuhkan pesepakbola berbakat dari Kepri,” tegasnya.

Antisipasi, lanjut Mayfrizon terkait dengan pembinaan sepakbola di Kepri dilakukan melalui PPLP dan beberapa kejuaraan dan turnamen yang kerap digelar. “Dengan banyaknya kejuaraan, maka pesepakbola di Kepri ini akan semakin bersemangat berlatih dan berprestasi,” jelasnya.

“Nantinya akan ada kompetisi yang berkelanjutan di Provinsi Kepri. Ini yang sedang kita ramu sekarang. Ini yag akan mendukung perkembangan persepakbolaan di Kepri,” tuturnya.

Memang formula kompetisi ini belum diputuskan. Karena menurut Mayfrizon pihaknya masih menimbang untung rugi format kompetisi tertentu. “Apakah akan di tempatkan di satu tempat, atau akan dilaksanakan setiap hari Minggu saja, itu yang masih kita pertimbangkan,” jelas Mayfrizon.

Sementara itu, dalam gelaran Piala Indonesia, dua tim asal Kepri 757 Kepri Jaya dan PS Bintan, berada dalam satu zona, yakni zona 2. Dua tim asal Kepri ini bersama dengan PSPS Pekanbaru, Persih Tembilahan, Semen Padang, Batamg Anai FC, PS Pessel dan Nabil FC.

Di pertandingan pertama, 757 Kepri Jaya akan menghadapi perlawanan PSPS Pekanbaru, sementara PS Bintan akan menjajal ketangguhan Nabil FC. (yan)

Advertisement
loading...