Sejumlah pesawat saat parkir di Bandara Hang Nadim Batam. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Persiapan mudik lebaran juga dilakukan pada sektor udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan di 36 bandara untuk melihat keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan.

Menurut data yang dimiliki Kementerian Perhubungan pada musim lebaran tahun lalu, penumpang pesawat mencapai 5,29 juta jiwa. Tahun ini kementerian tersebut memprediksi jika jumlah penumpang akan naik sebesar 8,47 persen atau menjadi 5,75 juta penumpang. Untuk itu persiapan harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, inspeksi yang dilakukan sejak akhir April hingga minggu depan tersebut bertujuan untuk melihat kekurangan di masing-masing bandara. Entah itu dari sarana, standar prosedur operasional, maupun sumber daya manusia yang akan memberikan layanan.

Inspeksi keselamatan dan pelayanan bandar udara yang dilakukan di 36 lokasi bandar udara tersebut dilakukan oleh Direktorat Bandar Udara (DBU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU).

”Untuk keselamatan, inspeksi akan mengacu pada Peraturan Dirjen Perhubungan Udara nomor KP 220 tahun 2017 tentang Petunjuk teknis peraturan keselamatan penerbangan sipil terkait dengan sertifikasi dan registrasi serta pengawasan keselamatan operasi bandar udara. Sementara untuk pelayanan akan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 178 tahun 2015 tentang standar pelayanan pengguna jasa bandar udara,” kata Agus.

Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya pada runway, taxiway, dan apron. Selain itu juga pada marka, lighting, manajemen operasi apron, manajemen keselamatan apron, serta pemeriksaan daerah pergerakan. Sementara itu, inspeksi terkait layanan untuk memastikan kesiapan kapasitas fasilitas dan pelayanan terminal penumpang. ”

Hasilnya belum final jadi belum bisa diumumkan,” tuturnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jika pihaknya akan menambah jumlah penerbangan. Mulai dari memberikan ekstra flight, menambah jam operasional bandara, hingga meminta maskapai untuk menggunakan pesawat berbadan lebar. ”Hingga saat ini belum ada maskapai yang meminta ekstra flight. Biasanya di mingu-minggu terakhir sebelum lebaran baru mengajukan,” bebernya. (lyn)

Respon Anda?

komentar