Iklan
Arena adu banteng di Jepang (Scmp)

batampos.co.id – Jepang, akhirnya, perkanankan perempuan ambil bagian pada adu banteng.

Iklan

Hal ini dalam upaya untuk memoderenisasi kegiatan tradisional yang didorong oleh gerakan dunia yaitu #Metoo.

Gerakan ini adalah untuk menyoroti perlakuan-perlakuan yang sangat tidak pantas dilakukan terhadap perempuan atau bahkan pria. Termasuk memberikan para pelaku pelajaran berharga dan mencegah terjadinya kejadian yang sama di kemudian hari.

Sumo Jepang, baru-baru ini juga mendapat kecaman karena hanya pria yang dibolehkan menonton. Dalam adu banteng yang di Jepang disebut ‘Togyu’, perempuan juga tidak diperbolehkan untuk melihat.

Tapi pada Jumat (4/5), penyelenggara menarik larangan tersebut. Sebaliknya, mereka kini mengizinkan seorang perempuan pemilik banteng bernama Yuki Araki membawa hewannya ke arena di Yamakoshi, utara Tokyo.

“Kesetaraan untuk pria dan wanita adalah tren zaman,” kata seorang pejabat di organisasi adu banteng Yamakoshi, Katsushi Seki dilansir dari SCMP Sabtu (5/5).

“Dengan membuka arena untuk perempuan, kami berharap pertarungan banteng tradisional ini akan berlanjut jauh ke masa depan,” tambahnya.

Tidak seperti di Spanyol yaitu adu banteng yang berakhir dengan matador yang membunuh hewan, Togyu adalah pertandingan tanpa darah antara dua ekor banteng atau sapi yang mengunci tanduk. “Saya senang orang-orang setempat secara terbuka menyambut kami,” kata Yuki Araki.

(iml/JPC)