Semakin tua usia pernikahan bukannya semakin cinta, hubungannya malah semakin kacau. Itulah kisah cinta Donwori, 47, bersama Karin, 44.

Bibit permasalahannya, lantaran Donwori tidak pernah lagi mendapatkan jatah dari Karin.

Tak ajak begituan sering gak mau. Ada saja alasanya,” ujar Donwori saat berada di ruang tunggu pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya.

Tentu saja hal ini membuat Donwori geram. Hal ini karena penolakannya tak hanya sekali atau dua kali, namun sudah puluhan kali ia gigit jari karena tidak bisa menyalurkan hasrat seksualnya.

“Akhirnya tak servis dewe,” keluh pria Manyar ini dengan nada kesal.

Menurut Donwori, perubahan sikap sang istri ini karena masalah ekonomi. Donwori yang memiliki gaji rendah dipaksa Karin untuk mencari kerjaan lain. Namun berkali-kali usulan Karin itu ia tolak karena mencari pekerjaan itu susah.

“Lha kalau aku keluar terus malah jadi pengangguran gimana?,” tambah pria yang bekerja sebagai pelayan di sebuah hotel ini.

Berkali-kali usulan Karin agar Donwori mencari pekerjaan lain ia tolak. Tak disangka, hal itu berpengaruh pada mood Karin untuk melayani Donwori. Kesal karena kebutuhan biologisnya tak tersalurkan, Donwori semakin tak betah di rumah.

“Aku ke warung tiap malam, lha di rumah juga gak ngapa-ngapain,” tambahnya.

Rupanya hal ini menimbulkan masalah baru. Karin makin tak terima melihat suaminya ke warung hampir tiap hari. Tentu saja keduanya pun sering bertengkar karena ini. Hingga keputusan berpisah ia layangkan.

“Dipaksa kerja, gaji diambil jatah gak dikasih. Dipikir aku mesin ATM. Ya lebih baik pisah saja,” pungkasnya geram. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar