Pekerja menggesa pembangunan rumah di Seiharapan, Sekupang | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat masih menaruh minat yang cukup tinggi terhadap pembelian properti. Survei keyakinan konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, masyarakat masih optimistis untuk meningkatkan pengeluaran di sektor properti. Pada April lalu, tren penempatan kelebihan pendapatan dalam bentuk properti tercatat meningkat sejak Februari 2018.

’’Sebanyak 23,6 persen responden memilih penempatan dalam bentuk properti. Dalam 12 bulan mendatang, 6,9 persen responden menyatakan sangat mungkin untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah,’’ kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman, akhir pekan lalu. Sementara itu, 28,8 persen responden menyatakan mungkin akan membeli, membangun, atau merenovasi rumah.

Minat pembelian rumah pada awal tahun biasanya belum begitu tinggi. Namun, menginjak awal kuartal II hingga akhir tahun, biasanya masyarakat akan lebih antusias untuk membeli rumah.

Direktur Eksekutif PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono mengatakan, pasar properti berkembang baik di Jakarta dan Surabaya. ’’Daya beli dan minat beli konsumen masih ada,’’ katanya.

Namun, lanjut dia, pengembang masih berjaga-jaga jika konsumen masih bersikap wait and see. Terlebih, tahun ini hingga tahun depan merupakan tahun politik. Mereka yang bersikap wait and see biasanya adalah kalangan menengah ke atas. Secara umum, Intiland menargetkan penjualan banyak disumbang oleh penjualan apartemen.

Sementara itu, di luar properti, survei BI menunjukkan adanya penurunan dari rencana penempatan pendapatan berlebih ke deposito dan tabungan. Dalam 12 bulan mendatang, 45,4 persen responden menyatakan akan menempatkan kelebihan pendapatannya ke tabungan dan deposito. Namun, angka tersebut menurun dari survei pada Maret yang porsinya 46 persen.

Meski rencana penempatan dana dari masyarakat ke tabungan dan deposito menurun, hal itu masih bisa berubah. Sebab, BI membuka ruang kenaikan suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR). Jika kemudian BI menaikkkan suku bunganya, bunga deposito bank bisa ikut naik dan menarik minat masyarakat untuk menempatkan dananya ke deposito.

’’Di BUKU (bank umum kelompok usaha) III dan BUKU IV, bunga deposito cenderung landai, namun diproyeksikan akan naik,’’ ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah. Rata-rata bunga deposito BUKU IV pada akhir Maret 2018 sebesar 5,39 persen. (rin/c4/sof/JPG)

Respon Anda?

komentar