Iklan
Kapolda Kepri Irjen Pol Didd Widjanardi | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi tidak mempermasalahkan buruh di Kota Batam melakukan demonstrasi, yang dimulai dari Senin (7/5) hingga Rabu (8/5) di depan Graha Kepri, Batam Kota.

Iklan

Namun ia meminta pendemo tidak berbuat onar. Kepada instansi yang terkait, Didid juga meminta dapat menyelesaikan dengan baik permasalahan yang jadi tuntutan buruh. “Silahkan demo, tapi sesuai dengan aturan,” katanya, Senin (7/5).

Ia mengatakan saat ini ekonomi Batam sudah mulai membaik, dibandingkan tahun lalu. Investorpun mulai masuk ke Batam, menanamkan investasinya. Ia berharap demo berjalan aman dan lancar, sehingga tidak mempengaruhi perekonomian di Batam.
Pihak kepolisian, kata Didid hanya bisa menjamin kondusifitas keamanan.

“Itu memang tugas kami, menajaga tak adanya keributan,” ungkapnya.

Melihat demo kali ini, Didid yakin tidak ada aksi anarkis. Ia memastikan demo akan berlangsung aman. “Kami bertanggungjawab di bidang kemanan. Untuk memberikan iklim kondusif,” ucapnya.

Menyinggung permintan para buruh, Didid mengatakan soal upah tersebut sudah diatur oleh Undang-Undang. Dan aturan itu tak hanya berlaku di Kepri atau Batam saja. Namun berlaku di seluruh Indonesia.

“Upah itukah sudah ada aturannya, semoga bisa cepat diselesaikan,” tuturnya.

Untuk pengamanan demo ini, sebanyak ribuan orang polisi diturunkan Polda Kepri. Tak hanya polisi bertugas di satuan pengamanan saja, tapi juga dari reskrim, intel dan satuan lainnya.

Polda Kepri juga mengerahkan satuan Brimob menjaga beberapa titik. Pengemanan penuh ini akan berlangsung selama demo buruh, soal upah sektoral tersebut. (ska)