Iklan
Ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Bulog Batam, Agung Rohman menggelar pertemuan bersama ratusan pelaku Rumah Pangan Kita (RPK) beserta para distributor jaringannya. Pertemuan yang digagas oleh Bulog Batam tersebut untuk menyosialisasikan tentang daging kerbau beku yang selama ini kurang diminati di pasaran.

Iklan

“Saya akui memang daging kerbau beku asal India ini minim sekali diminati masyarakat Batam. Tapi saya rasa hal itu wajar sih. Sebab kan baru beberapa minggu daging kerbau beku ini masuk ke Batam. Apalagi kan masyarakat Batam belum familiar mengkonsumsi daging kerbau. Padahal sama kok kualitasnya dengan daging sapi,” ujar Agung Rohman.

Untuk membantu distributor jaringan Bulog yang sudah terlanjur mengambil daging kerbau beku dari Bulog, Agung Rohman mencoba untuk mengandalkan para pelaku RPK jaringan Bulog yang saat ini berjumlah lebih dari 400 RPK di Batam dalam memasarkan daging kerbau dan mengenalkan ke masyarakat.

“Kami menilai, mungkin dengan dipasarkan daging kerbau beku ke RPK untuk nantinya dijual ke masyarakat, selain distributor, kami yakin daging kerbau beku ini nantinya akan laku di masyarakat Batam. Kalau kami tak ikut turun tangan dalam memasarkan daging kerbau beku ke masyarakat, kasihan juga nanti distributor yang sudah terlanjur membeli daging kerbau beku dari kami,” terangnya.

Untuk bersaing dengan daging sapi beku yang ada saat ini agar juga diminati masyarakat, lanjut Agung, hal tersebut sangat sulit dalam waktu dekat. Namun itu bukan mustahil kalau nantinya daging kerbau beku juga akan diminati masyarakat.

“Memang tak mungkin semua RPK akan mau dan sanggup untuk menjual daging kerbau beku. Ada beberapa RPK yang sudah menyanggupi untuk menjual daging kerbau beku ini. RPK yang mau ini adalah RPK yang memiliki cold storage atau lemari pendingin penyimpan daging nantinya,” terang Agung.

Stok beras Aman hingga Beberapa Bulan ke Depan

Sementara untuk stok beras yang ada saat ini, Agung menjamin stok beras yang ada di Bulog sangat mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

“Untuk stok beras di Bulog itu sifatnya dinamis. Kalau sudah menipis, pasti akan datang stok beras dari pusat. Namun, untuk stok beras yang ada di gudang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 2 ribu ton,” terang Agung.

Bahkan, lanjutnya, stok yang ada di Bulog pusat saat ini melimpah. Apalagi saat ini di wilayah sentral produksi beras lagi memasuki musim panen. Sehingga pasokan ke wilayah non sentral seperti Batam akan tercukupi.

Agung juga menegaskan, apabila nantinya ada instansi atau Pemko Batam berencana menggelar operasi pasar atau sembako murah, pihaknya siap untuk memasok beras tersebut.

“Skemanya sih bukan Pemko atau instansi ataupun masyarakat yang ingin menggelar operasi pasar atau bazar sembako murah harus datang beli beras atau gula ke gudang Bulog. Tapi kami nantinya yang menyediakan beras atau gulanya. Bulog terkait operasi pasar atau bazar sembako murah itu sifatnya ikut serta. Baik instansi pemerintah maupun masyarakat, kami sangat terbuka sekali. Kalau memang mau menggelar itu, infokan ke kami, nanti kami akan kerjasamakan,” janji Agung.

Untuk gula pasir sendiri, lanjutnya, Bulog Batam sudah mendistribusikan sebanyak seribu hingga 2 ribu ton.

“Pola pendistribusiannya sama seperti daging ataupun beras, kami salurkan melalui distributor rekanan kami. Nanti dari distributorlah yang akan memasarkan ke pedagang pasar. Begitu juga RPK juga kami suplai itu gula dengan harga tentunya sesuai HET yang ada. Kami tak pernah menjual lebih dari HET,” terang Agung mengakhiri. (gas)