Kadisperindag Kota Batam, Zarefriadi mengetes timbangan yang dipasang di Pasar Aviari, Rabu (9/5). Timbangan ini untuk alat ukur ulang bagi pembeli dipasar ini. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desprindag) kota Batam akan menertibkan alat ukur atau timbangan yang digunakan pedagang di pasar. Ini bertujuan untuk mengindari kecurangan yang mungkin saja dilakukan oknum pedagang demi keuntungan yang lebih menjelan dan selama Lebaran nanti.

Kadisperindag kota Batam Zarefriadi saat meninjau pasar basah SP Plaza dan Aviari di Sagulung dan Batuaji, Rabu (9/5) kemarin menuturkan, penertiban itu diwujudkan dengan melakukan tera ulang alat ukur atau timbangan yang sudah disediakan Desprindag di masing-masing pasar yang ada.

“Setiap pasar sudah kami sediakan alat ukur khusus dari kami (Didperindag). Alat ukur itu akan kami cek lagi (tera ulang agar sesuai dengan fungsinya). Nanti ada pedagang yang nakal bermain dengan alat ukur akan ketahuan jika pembeli ukur ulang di alat yang sudah kami sediakan ini,” ujarnya di pasar Aviari, kemarin.

Saat ini alat ukur yang disediakan Desprindag sudah tersebar di seluruh pasar, namun karena sudah lama dipakai tentu ada yang rusak atau lari meteran pengukurnya. Seperti yang dijumpai Zarefriadi pada alat ukur yang ada di pasar Aviari. Alat ukur tersebut ternyata sudah tidak normal lagi sebab meteran sudah lari sekitar setengah ons.

“Mungkin karena sudah terlalu lama. Ini akan segera kami atasi. Yang rusak diganti dan yang lari meterannya akan ditera ulang,” tuturnya.

Selain tera ulang alat ukur yang disediakan pihaknya, Kadisperindag juga memintah anggotanya untuk mengawasi alat ukur yang digunakan oleh masing-masing pedagang. Jika tidak sesuai dengan alat ukur yang disediakan oleh Disperindag tentu akan tindak tegas.

“Tadi saya sudah ngobrol dengan ibu-ibu yang belanja disini memang ada masalah itu (ketidak sesuaian alat ukur dari pedagang). Ini akan kami awasi secara serius. Anggota akan pantau rutin. Pedagang yang bermain akan kami data,” ujarnya.

Kepada masyarakat Zarefriadi juga menghimbau agar selalu mencocok barang belanjaannya dengan alat ukur yang disediakan itu. Jika ada selisi timbangan barang belanjaanya, warga diminta untuk melapor ke pihaknya.

“Masyarakat juga harus jelih dong. Kalau belanja manfaatkan alat yang sudah kami sediakan ini. Ada selisi (timbangan) laporkan. Akan kami tindak lanjuti,” imbaunya. (eja)

Respon Anda?

komentar