Seorang warga Desa Munjan, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas mengangkut air menggunakan gerobak, Minggu (5/5) lalu. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Warga Desa Munjan, Kecamatan Siantan Timur, mengalami krisis air akibat dilanda kekeringan sejak tiga bulan terakhir. Beberapa sumur yang jadi andalan sumber air bersih warga kini mulai mengering.

Pantauan di lapangan setiap pagi hari usai salat Subuh, sejumlah ibu rumah tangga di desa tersebut, sudah me­ngambil air di sejumlah sumur yang ada di sekitar rumah warga daerah pesisir desa, meski airnya tidak banyak. Aktivitas ini mesti dilakukan pagi hari, jika siang, sumur kering kembali.

”Usai salat Subuh biasanya banyak warga ambil air di sumur, meski airnya hanya sekitar dua jeriken ukuran 20 liter,” ungkap Berto, warga desa tersebut.

Diakuinya meski bulan ini sudah susah mendapatkan air, namun masih ada musim yang lebih susah lagi. “Ini masih lumayan, masih ada air di sumur-sumur. Kalau sudah parah, sumur warga benar-benar tidak keluar air sedikitpun,” ungkapnya.

Mengatasi krisis air ini, warga mencari air ke pulau-pulau terdekat yang terdapat sumber air. Pengangkutannya menggunakan pompong.

Ia berharap kemarau panjang tidak terjadi lagi, karena hal tersebut hanya akan membuat warga menderita karena kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. “Kita harapkan kemarau secepatnya berlalu,” harapnya.

Selain di Desa Munjan, krisis air juga mengancam warga lainnya seperti warga Tarempa dan se­kitarnya. Saat ini sudah ada ke­­luhan warga yang mengaku se­­ring kesulitan mendapatkan air bersih. Air PAM yang biasanya mengalir setiap hari, ki­­ni sudah tidak teratur jadwalnya.

Sejumlah sumber air milik pribadi warga juga sudah mulai kering. Jika kemarau berlanjut, maka makin sulit dapat air bersih. (sya)

Respon Anda?

komentar