Dua pengendara melintas di depan bukit Baloi kolam yang sebagian bukit sudah di kerjakan, Jumat (4/5).sampai saat ini warga belum ada relokasi lahan baik dari Pemko maupun Batam unutk warga yang terkena gusur. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang diperuntukkan bagi pengelola lahan di Baloi Kolam. SK tersebut menginstruksikan kepada pengelola lahan agar segera membuat masterplan pembangunan diatas lahan tersebut.

Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto menyebut ada 11 investor yang nantinya akan mengembangkan Baloi Kolam.

“Mereka akan berembuk dulu untuk membahas master plan sesuai dengan instruksi dari SK Kepala BP Batam tersebut,” kata Eko, Kamis (10/5).

Eko mengatakan investor sudah memiliki niat untuk segera membangun lahan tersebut.

“Investor disana juga sudah ingin bangun Baloi Kolam sebagai land mark kota Batam,” katanya lagi.

Baloi Kolam akan disulap untuk menjadi Central Business District (CBD). Konsepnya terinspirasi dari kota-kota modern di luar negeri. CBD akan dipenuhi oleh gedung-gedung yang menjulang tinggi.

“Diharapkan masyarakat Batam bisa bangga dengan pembangunan ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk SK relokasi warga Baloi Kolam, Eko mengungkapkan SK akan segera menyusul.

“Setelah SK untuk pengelola, maka SK pemindahan warga akan diterbitkan. Instruksinya mengenai pemindahan warga yang bermukim disana ke KSB-KSB yang sudah direncanakan. Ada sejumlah tempat, yang jelas tak di satu lokasi,” paparnya.

BP merencakanan relokasi direncanakan pada bulan ini. Jikapun tak tercapai, maka bisa dilanjutkan setelah lebaran.

“Yang terpenting ada kepastian warga segera dipindahkan ke lokasi KSB yang sudah disiapkan BP Batam,” ungkapnya.

Sebelumnya, relokasi warga yang tinggal di Baloi Kolam rencananya akan dilakukan 2018. Ada sekitar 4.500 kepala keluarga yang akan dipindahkan dari kawasan tersebut. Wali Kota Batam, Rudi mengatakan, Baloi Kolam yang letaknya di jantung kota itu, akan dijadikan ikon Batam.

“Kita punya niat Baloi Kolam akan dijadikan ikon Batam berbentuk bangunan apa saja. Maka warga saya di sana, diungsikan ke tempat baru,” kata Rudi, beberapa waktu lalu.

Dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam, juga sudah sepakat kalau warga yang tinggal di Baloi Kolam mesti dipindahkan, dalam waktu dekat ini. Adapun daerah relokasi berada di beberapa tempat, seperti di Kecamatan Nongsa, Sei Beduk, dan lainnya. Selain kavling, warga juga akan mendapat ganti rugi. Besarannya Rp 15 juta per rumah dari pihak pengembang. (leo)

Advertisement
loading...