Sejumlah kendaraan melintas di jalan pelita yang sedang dilakukan pelebaran. Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas Pemerintah Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelebaran jalan Laksama Bintan Seipanas sudah dimulai. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur mengungkapkan, beberapa titik median jalan ini, khusus dari Simpang Gelael ke Terowongan Pelita akan digeser.

“Bagian-bagian yang akan digeser sudah ditandai pihak pelaksana proyek,” kata Yumasnur, Minggu (13/5) sore.

Ia mengatakan, median digeser guna menyeimbangkan luasan jalan yang akan diperlebar masing-masing lima lajur setiap jalur tersebut.

“Sekarang ini kan lebih ke kanan (arah Simpang Gelael-Terowongan), makanya akan geser ke kiri,” terangnya.

Seiring kegiatan penyeimbangan ruas jalan ini, ia mengatakan pohon yang terdampak sudah pasti akan dipotong. Namun sebaliknya, jika tidak terdampak pihaknya memastikan tidak akan memotong pohon yang ada.

“Kalau kena, mau tidak mau memang harus dipotong. Tapi nanti ada penanaman pohon pengganti,” ucapnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, pelebaran jalan berimbas pada pemotongan pohon, maka dari itu, penanaman kembali harus dilakukan guna menghijaukan kembali Batam.

“Jalan kita buka. Tidak ada jalan lain, pohon kita potong. Artinya kita punya satu tugas, bagaimana kita menghijaukan kembali Kota Batam secara bersama-sama,” kata Rudi saat penanaman pohon Ketapang Kencana bersama Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo di sekitar Flyover Batam, beberapa hari lalu.

Sementara itu, pemotongan pohon juga disayangkan oleh warga, seperti yang disampaikan Warga Bengkong Budi saat melihat pemotongan pohon di ruas jalan Laksamana Bintan.

“Sayang juga sih kalau dipotong, bisa gersang Batam. Kalau pohon baru, pasti lama tunggunya,” ucap Budi. (iza)

Respon Anda?

komentar