Iklan
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi yang diduga korban diserang buaya, Sabtu (12/5). F. Wijaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Azman, seorang nelayan yang tinggal di RT 07, RW 01, Desa Mepar diduga diserang dan dimangsa buaya. Ia diketahui hilang, Sabtu (12/5) sekitar pukul 22.30 WIB setelah menimba air di pelantar rumah panggungnya.

Hingga Minggu (13/5), satu unit kapal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lingga, Polsek Daik dan TNI AD dikerahkan mencari korban dibantu sejumlah masyarakat.

“Hingga saat ini kami masih terus melakukan pencarian bersama masyarakat,” ujar Kapolsek Daik Iptu Sugianto saat melakukan pencarian bersama masyarakat dimulai dari Sungai Mepar hingga Sungai Marok, Minggu (13/5) pagi.

Sugianto mengatakan, kepolisian menerima laporan hilangnya Azman sejak Sabtu malam. Dalam pencarian, tim menemukan baju yang dikenakan Azman terakhir kali korban terlihat. Baju tersebut ditemukan jauh dari lokasi kejadian yakni di perairan Sungai Marok.

“Kami terus melakukan pencarian. Seluruh kekuatan kami turunkan untuk melakukan pencarian korban,” ujar Azman.

Sungai Mepar di Daik Lingga memang sering memakan korban. Hal ini dikarenakan sungai tersebut banyak dihuni buaya liar.

Namun hingga saat ini Pemerintah dan instansi terkait belum mengambil langkah yang jelas untuk mengatasi masalah tersebut agar meminimalisir korban. (wsa)