batampos.co.id – Satu dugaan kasus difteri ditemukan di Natuna. Seorang balita yang diduga terjangkit bakteri difteri dan demam tinggi, sempat dirawat di RSUD Natuna.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, kasus difteri masih berstatus diduga. Dinkes masih menunggu konfirmasi dari Kemenkes berdasar sampel yang diperiksa di Kemenkes.

“Kami juga sudah rapat bersama RSUD untuk mengatasi permasalahan ini. Kami juga tidak tahu tertularnya dari mana, tapi pasien sudah sembuh,” katanya, Senin (14/5).

Namun Dinas Kesehatan berencana akan melakukan pemberian imunisasi secara massal pada anak di bawah lima tahun hingga anak usia 9 tahun. Namun masih menunggu vaksin dari Kemenkes. Kegiatan tersebut sebagai antisipasi mencegah munculnya kasus difteri.

“Memang di Natuna sudah ada imunisasi untuk mencegah bakteri difteri, imunisasi massal ini untuk menaikkan kembali kekebalan terhadap difteri,” ujarnya.

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf. Namun terkadang, difteri tidak menunjukkan gejala apapun.(arn)

Respon Anda?

komentar