Ilustrasi. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id– Pasca diresmikannya kemudahan pelayanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam 2 Mei lalu, pengajuan pembuatan akta lahir mengalami peningkatan.

“Meningkatnya hingga 30 persen dari sebelumnya,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, (14/5).

Ia menyebutkan selain bayi dan anak usia sekolah, pengurusan pembuatan akta lahir ini juga datang dari mereka yang berusia diatas 17 tahun atau dewasa.

“Yang ini juga ramai yang mengajukan, mungkin mereka sadar pentingnya dokumen kependudukan ini,” terangnya.

Untuk yang usia 17 tahun ke atas cukup melampirkan formulir permohonan dari

  • kelurahan sesuai domisili e-KTP,
  • foto copy e-KTP Batam,
  • foto copy e-KTP orangtua (jika ada),
  • foto copy e-KTP dua orang saksi,
  • foto copy KK,
  • foto copy ijazah (jika ada).

Said menjelaskan setiap hari pelayanan catatan sipil yang melayani hingga ratusan pengajuan pembuatan akta lahir setiap harinya.

Lanjutnya, peningkatan pengajuan pembuatan akta lahir ini memang sering terjadi saat pembukaan penerimaan siswa baru. Orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya berbondong-bondong mengurus akte karena sudah dekat waktu sekolah.

“Karena itu salah satu syarat untuk mendaftar sekolah,” imbuhnya.

Peningkatan itu bisa dilihat dari banyaknya warga yang mengantri dari pagi hingga sore hari.

“Sampai ke luar-luar mereka menunggu. Hal ini karena keterbatasan ruang pelayanan kami,” ungkapnya.

Mantan Kabag Tata Pemerintahan Kota Batam ini meminta warga untuk memaklumi kondisi tersebut. Ke depan pihaknya akan mencoba memperbaiki pelayanan terutama ruang pelayanan di capil tersebut.

“Ini lagi kami coba ajukan, mudah-mudahan diterima sehingga kenyamanan pemohon terjamin,” tutupnya.

Sementara itu, Aulia Ichsan salah seorang warga yang tengah mengurus akta kelahiran anaknya mengeluhkan sempitnya ruang pelayanan akta. Menurutnya pemerintah harus peduli dengan standar layanan yang sering ramai ini.

“Yang pasti tak nyaman. Namun karena kami butuh ya harus gimana lagi. Harus mau berdesakan di dalam sana,” keluhnya.

Ia berharap Disdukcapil bisa memperbaiki ruang pelayanan tersebut. Sebab, setiap hari ada ratusan warga yang mengantri untuk mendapatkan akta lahir.

“Ya semoga lah bisa diperbaik agar kami nyamam menunggu,” tutupnya. (yui)

Respon Anda?

komentar