ilustrasi

Gemas, kiranya itulah kata yang bisa mewakili perasaan Sephia, 29, saat ini. Dirinya yang baru setahunan menikah, memutuskan untuk meninggalkan sang suami lantaran kesal dengan sikap plin plan Donjuan, 36.

Donjuan yang awalnya meninggalkan Karin, 35, demi Sephia, rupanya tetap menjalin komunikasi dengan Karin, mantan istrinya itu.

“Dia itu plin-plan atau apa saya gak tahu, kalau memang masih cinta sama istri, kenapa dulu pakai nggoda saya segala. Akhirnya kan sekarang jadi ruwet,” ujarnya saat berada di Pengadilan Agama Kelas 1, Surabaya.

Sephia mengaku, selama enam bulan terakhir, sang suami berkali-kali masih menghubungi sang mantan. Bahkan keduanya sering bertemu. alasannya banyak sekali dan selalu mengkambing hitamkan anak sebagai alasan ketemuan.

“Katanya ngobrolin anaknya, yang mau sekolah lah, yang pengen ketemu ayahnya lah, yang pengen jalan bertiga lah,” ujar Sephia kesal.

Yang membuat Sephia jengkel, Donjuan yang sudah tertangkap basah malah membanding-bandingkan Sephia dengan Karin.

“Dibanding-bandingin, kenapa saya gak bisa masak seenak istrinya. Katanya saya pemalas, doyannya jalan-jalan aja, gak bisa kerjaan rumah tangga, ya iya lah, ada pembantu ngapain repot,” ujar perempuan asal Kebon Rojo ini.

Meski diselingkuhi, Sephia berkali-kali tetap memaafkan kelakuan sang suami. Namun meski awalnya berjanji untuk tidak nyeleweng lagi, kenyataannya Donjuan balik lagi menghubungi mantan istrinya. Hal ini akhirnya menimbulkan hubungan Sephia dan Donjuan diwarnai dengan perselisihan.

“Aku tiap hari berantem, ada aja yang dipermasalahkan, dianya macem-macem pula, banyak maunya,” ujarnya.

Karena kesal dengan kehidupan rumah tangganya yang tidak harmonis, Sephia akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Donjuan. Sephia mengaku merasa menyesal karena telah menjadi pelakor bagi kehidupan rumah tangga orang lain.

“Mungkin ini karma buatku karena telah jadi pelakornya orang, akhirnya aku sendiri kena pelakor, mirisnya kok ya sama mantan istri sendiri,” pungkasnya. (sb/jpg/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar