Iklan
AS pindahkan Kedutaan Amerika ke Yerusalem (Sputnik)

batampos.co.id – Al Jazeera pada Selasa (15/5) melansir, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memuji pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem sebagai hari ‘mulia’ dalam sejarah Israel di tengah kerumunan sekitar 800 pejabat.

“Ini hari yang baik untuk perdamaian juga. Anda hanya bisa membangun perdamaian atas kebenaran, dan kebenarannya adalah Yerusalem telah menjadi Ibu Kota Israel selama 3.000 tahun,” ujar Netanyahu.

Pernyataan Netanyahu tidak bisa diterima oleh beberapa pejabat asing, termasuk Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian. Ia dengan tegas mengatakan, pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem itu melanggar hukum internasional, khususnya resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, plakat yang melilit tiang lampu dan pepohonan dengan slogan ‘Trump Make Israel Great Again’ menghiasi jalan utama sepanjang Kedutaan AS di Yerussalem. Di luar Kedutaan AS, beberapa ratus aktivis Palestina dan Yahudi Israel berkumpul untuk memprotes langkah itu.

Para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina. Mereka juga harus berjalan untuk mencapai daerah itu karena penutupan jalan dan barikade keamanan. Mereka membawa poster bertuliskan ‘Make Jerusalem Free Again’. Namun poster-poster itu kemudian dirobek-robek oleh polisi Israel.

Peneliti Hukum Kelompok Hak Asasi Palestina Al Haq, Rania Muhareb mengatakan, langkah Kedutaan AS telah memberi Israel lampu hijau untuk melanjutkan pemindahan paksa Palestina.

“Pemindahan secara paksa ini telah berlangsung sejak awal pendudukan.”

Beberapa bulan terakhir Israel mempercepat dan meningkatkan langkah-langkah untuk menyingkirkan warga Palestina. Bahkan mengadopsi undang-undang yang memungkinkan menganeksasi Yerusalem.

“Ini semua pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus dilarang. Langkah AS bisa melegitimasi tindakan ilegal negara-negara lain untuk memindahkan kedutaan mereka ke Kota Yerusalem melawan hukum internasional,” ujar Muhareb.

Muhareb menuduh tentara Israel melakukan kejahatan perang.

“Apa yang kami lihat adalah penggunaan kekuatan yang disengaja, berlebihan, dan terencana dan pembunuhan yang disengaja,” katanya.

Orang-orang Israel menyaksikan unjuk rasa warga Palestina dari balkon mereka. Laura Loomer yang mengenakan kaos biru bertuliskan ‘Trump Make America Great Again’ mengatakan, ada pendukung Trump dan orang lain yang mendukung langkah pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem sebelumnya. Perempuan Yahudi Amerika 24 tahun itu tinggal di New York. Namun ia datang ke Yerusalem untuk merayakan pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem.

Anggota Organisasi Pembebasan Palestina, PLO Wassil Abu Yousef mengumumkan, unjuk rasa besar-besaran dilakukan di semua wilayah Palestina pada Selasa, (15/5) untuk meratapi kematian para pengunjuk rasa Palestina.

(ina/ce1/JPC)