Iklan
Bupati Bintan Apri Sujadi memeriksakan kesehatannya di puskesmas yang ada di Kabupaten Bintan. f. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemkab Bintan mengalokasikan Rp 3,8 miliar untuk mensubsidi tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu.

”Anggaran tersebut dibayarkan untuk 14 ribuan warga kepesertaan BPJS Kesehatan yang menunggak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bintan Gama Isnaeni, Senin (14/5) pagi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 ribuan lebih masyarakat Kabupaten Bintan belum terproteksi oleh BPJS Kesehatan. Meski demikian, Pemkab Bintan tetap menjamin masyarakatnya dalam pelayanan kesehatan dengan menunjukkan KTP Bintan di semua puskesmas serta perawatan kelas 3 di seluruh rumah sakit (RS) mitra pemerintah.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, Pemkab Bintan sangat intens terhadap perlindungan kesehatan masyarakat. Masyarakat Kabupaten Bintan diberikan pilihan dalam berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan atau KTP Bintan.

Menurutnya, di 2017 saja, total angka kunjungan masyarakat yang berobat di 15 puskesmas yang ada di 10 kecamatan di Kabupaten Bintan menyentuh angka 186.354 pasien.

Dengan rincian, pasien berobat menggunakan Kartu BPJS sebanyak 111.294 pasien, menggunakan program Berobat Gratis (KTP Bintan) sebanyak 51.264 pasien serta jalur umum sebanyak 23.796 pasien.

”Untuk program berobat gratis yang hanya menggunakan KTP Bintan, kita telusuri bahwa program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Karena pada dasarnya, menurutnya, bila masyarakat yang ingin berobat cukup menunjukkan KTP saja. “Kita gratiskan berobatnya,” tutupnya.(met)