Pengendara sepeda motor dan mobil menerobos banjir di Jalan Raya Sagulung, depan Kampung Seibimti, Tanjunguncang, Batuaji belum lama ini F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) terus melakukan upaya meminimalisir terjadinya banjir. Sebanyak 9 alat berat dikerahkan untuk menormalisasi parit yang mampet.

“Sudah kami turunkan semua di beberapa lokasi. Ada yang mampet alat itu dikerahkan,”ucap Kepala DBM SDA Yumasnur, Rabu (16/5) siang.

Ia mengaku, banyak laporan ke pihaknya soal banjir dan masyakat meminta pemerintah turun tangan dengan mengirim petugas ke lokasi mereka yang kerap banjir. Hal ini ia akui sebagai bentuk kesigapan pemerintah merespon keluhan masyakarat.

“Sesuai urutan permintaan masyakata, alat akan digeser. Sekarang di dekat Bandara, alat berat jenis amfibi sedang beroperasi,”ucapnya.

Ia tak menampik, dengan jumlah yang demikian tak mampu mengatasi persoalan banjir Batam sekaligus. “Iya sih kurang, makanya kami pindah terus,”ucapnya.

Sementara itu, tanah bekas normalisasi yang disimpan dipinggir parit masuk kembali dalam parit. Dalam hal ini, ia mengaku kegiatan normalisasi tak disertai pembangunan fisik drainase secara permanen. ‘Butuh biaya banyak, sementara normalisasi dulu,”kata dia, belum lama ini.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, hal ini terpaksa dilakukan karena Pemko Batam tak memiliki tempat pembuangan bekas galian.

“Mau buang kemana, kita tak punya tempat (pembuangan), lahannya tak ada,” pungkasnya. (iza)

Respon Anda?

komentar