batampos.co.id – Aksi teror di Mapolda Riau, Rabu (16/5), membuat jajaran Polda Kepri meningkatkan kewaspadaan. Pengamanan di Mapolda Kepri ditingkatkan. Semua kendaraan dan tamu yang masuk diperiksa secara ketat.

Pantauan Batam Pos, Rabu (16/5), belasan anggota polisi berjaga-jaga di pintu masuk Mapolda Kepri. Mereka dilengkapi dengan senjata laras panjang.

Semua kendaraan yang hendak masuk diperiksa. Pengendara motor diminta mematikan kendaraan, lalu membuka helm dan bagasi motor. Apabila membawa tas, petugas kepolisian meminta untuk membuka dan memperlihatkan isi tas. Setelah itu petugas mendekat, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Sementara itu untuk kendaraan roda empat, pengendaranya diminta untuk menurunkan kaca mobil. Pengemudinya juga diminta turun dari mobil sebelum polisi memeriksa dalam kendaraan.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga membenarkan peningkatan pengamanan itu. Namun ia memastikan sejauh ini Batam dan Kepri masih aman dari aksi teror. Ia juga membantah sejumlah kabar penangkapan terduga teroris di Batam yang berseliweran di media sosial sepanjang Rabu (16/5) kemarin.

“Itu hoax. Gak ada penangkapan,” katanya, kemarin.

Kepada seluruh masyarakat, Erlangga meminta dapat memilah informasi yang benar atau tidak. Karena sejak terjadi rentetan aksi teror di sejumlah daerah dalam sepekan terakhir, berbagai informasi bohong beredar di berbagai media sosial. “Masyarakat mendapatkan informasi, cek dulu kebenaranya,” tuturnya.

Informasi yang diterima masyarakat, kata Erlangga, jangan langsung disebarkan. Karena belum tentu kebenarannya. “Jangan menyebarkan berita hoax, yang belum jelas sumbernya,” ujarnya.

Sejumlah anggota polisi melakukan pemeriksaan kendaraan yang akan memasuki Mapolda Kepri, Rabu (16/5). Polda Kepri terus meningkatakan pengamanan untuk mengatisipasi hala hal yang tidak diingikan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Tak hanya di Mapolda Kepri, peningkatan pengamanan juga dilakukan sejumlah objek vital lainnya. Seperi bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Kapolsek Bandara Hang Nadim Iptu Betty dan Dan Pos Perwakilan TNI AU Batam Kapten KAL Yopie DH menggelar apel siaga di Hang Nadim, kemarin.

“Apel ini dalam rangka pengamanan, kami meminta anggota ke tempat penugasannya masing-masing. Dan menjelaskan protokol pengamanan,” ucap Iptu Betty.

Peningkatan pengamanan juga dilakukan di sejumlah Mapolsek di Batam. Di Mapolsek Sagulung, misalnya. Jumlah personel jaga ditambah. Selain itu, gerbang masuk ke mapolsek diperkecil untuk memudahkan pengawasan.

Semua tamu yang masuk juga diperiksa dengan intensif. Warga yang datang membawa tas atau mengenakan jaket disuruh memperlihatkan isi tas dan jaket dari jarak jauh.

“Ini protab yang dikeluarkan pimpinan sebagai langkah antisipasi,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Yuda Suryawardana.

Hal serupa juga dilakukan jajaran Polsek Batuaji. Gerbang masuk yang sebelumnya dijaga dua anggota bersenjata laras panjang kini ditambah jadi empat orang. Portal atau gerbang Mapolsek Batuaji juga diturunkan agar kendaraan tidak mudah masuk ke dalam lingkungan Polsek.

Selain kantor polisi, pengamanan serupa juga terlihat di berbagai kawasan industri di Batuaji dan Mukakuning, Seibeduk. Berbagai ancaman teror bom yang terjadi belakangan ini membuat pengelola kawasan industri siaga satu. Pengamanan di gerbang masuk diperketat. Selain sekuriti, gerbang perusahaan juga dipersempit dengan pagar kawat berduri

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengakui pengamanan kawasan industri juga diperketat. Tujuannya sama, untuk mengantisipasi adanya ancaman teror. “Anggota patroli kami juga diterjunkan keliling kawasan perusahaan. Memang tak ada yang perlu ditakutkan tapi antisipasi tetap harus dilakukan,” ujar Dalimunthe.

Terpisah, Kapolresta Barelang Kombes Hengki juga menegaskan pengamanan di Mapolresta Barelang dilaksanakan dengan semakin ketat dari sebelumnya. “Dan kita tingkatkan lagi kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita dengan ancaman kelompok teroris,” tegas Hengki.

Kepada masyarakat, Hengki meminta utuk tidak merasa cemas, takut, dan khawatir atas kejadian dibeberapa daerah dalam beberapa hari ini. Kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama dan pemerintah, Hengki memastikan bahwa TNI dan Polri bersatu untuk melawan aksi terorisme.

Bijak Menggunakan Medsos

Sementara itu, jajaran Polresta Barelang mengamankan Ria Siregar, pelaku penyebar ujaran kebencian di media sosial, Minggu (13/5) lalu. Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengajak semua masyarakat untuk tidak perlu membesarkan hal ini.

“Artinya, ada sesuatu di dalam Facebook yang akan menyebabkan terjadinya SARA. Oleh karenanya sudah kami tangkap, kami proses dan kami tahan,” kata Hengki.

Ia mengatakan, sudah banyak masyarakat yang terjerat Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan berujung pada sanksi pidana. Dia meminta masyarakat agar dapat bermedia sosial yang baik. Setiap tulisan di media sosial, harusnya dipikir dahulu sebelum diunggah.

“Oleh karenanya, kepada masyarakat saya imbau jangan posting sesuatu yang berbau SARA. Bijaklah dalam menggunakan media sosial,” serunya.

Selain itu, Hengki meminta kepada masyarakat yang melihat suatu postingan yang berbau SARA untuk tidak main hakim sendiri. Masyarakat diminta untuk segera melaporkannya kepada polisi agar permasalah itu segera diproses dan ditindak lanjuti oleh Sat Reskrim Polresta Barelang.

“Kita ada Tim Cyber Patrol untuk mengontrol yang ada di sosial media yang ada dan kita akan bertindak dengan cepat. Kemarin baru sebentar diposting langsung kita amankan,” imbuhnya. (rng/gie/eja/ska)

Respon Anda?

komentar