Iklan

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam dihebohkan dengan munculnya video penangkapan teroris di Mediterania. Terkait dengan video itu, Kapolresta Barelang Kombes Hengki menegaskan bahwa video tersebut merupakan video lama yang diposting ulang oleh pemilik akun Facebook bernama Ibnu.

Iklan

“Itu berita lama terkait dengan penangkapan enam orang kelompok teroris KGR atau Khatibah Gonggong Rebus. Keenam teroris itu sudah dibawa ke Jakarta,” ujar Hengki.

Video yang disebar oleh Ibnu dari akun Facebook nya itu menimbulkan keresahan bagi masyarakat luas, khususnya di Batam. Bagaimana tidak, setelah video itu dishare oleh Ibnu, video itu juga telah dibagikan sebanyak 1.300 kali. Untuk itu, Hengki meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang.

“Situasi di Kota Batam secara umum aman dan kondusif. Dengan berita yang da, jangan dulu percaya dan silahkan cek dulu kebenarannya. Jangan sampai terprovokasi dengan berita yang tidak benar,” tuturnya.

Atas tindakannya yang menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat itu, Ibnu diamankan oleh anggota Sat Intelkam Polresta Barelang kemarin siang. Pria yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu restoran kawasan Lubukbaja ini mengaku bahwa video itu dia dapat dari temannya Andre yang saat ini berasal dari NTT.

“Dia upload ke Facebook dengan tujuan agar masyarakat waspada dan hati-hati dengan teroris. Sementara itu, untuk hal yang berbahaya belum kita temukan dari yang bersangkutan,” bebernya.

Hengki menambahkan, kepada masyarakat Kota Batam diminta untuk tidak khawatir dengan aksi teror yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini. Selain itu, Hengki juga meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak untuk dijadikan sebagai candaan.

“Masyarakat silahkan beraktifitas seperti biasanya. Semua harus bisa bekerja sama dengan polri dalam melawan aksi teror ini. Laporkan jika ada yang mencurigakan,” imbuhnya. (gie)