Warga Telukpandan, Tanjjunguncang, Batuaji saat mengikuti penyambutan bulan puasa di Masjid Nurul Iman, Rabu (16/5). F dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Penghuni lokalisasi teluk pandan, Sintai di Tanjunguncang gelar doa arwah bersama untuk menyambut ibadah puasa yang dimulai, Kamis (17/5) hari ini. Doa arwah itu dilaraskan warga Sintai di Masjid Nurul Iman dalam kawasan lokalisasi, Selasa (15/5) malam. Doa dipimpin oleh ustad Ishak Yakub yang sekaligus memberikan tausiah tentang tata cara dan tingka laku umat muslim yang baik saat menjalani ibadah puasa.

Selain memanjatkan doa arwah, sekitar 200 wanita penghuni pusat rehabilitasi sosial non panti itu juga menggelar acara makan bersama sebagai wujud syukur mereka atas segalah hikmah dan rezeki yang mereka terima selama ini.

“Kami tentu sangat bahagia karena sebelum puasa, kami diberi wejangan dari bapak Ustad. Ya tahulah bagaimana kehidupan kami di sini, tapi apapun alasannya kami punya hak untuk melaksanakan ibadah puasa nanti dengan tenang dan ikhlas,” ujar Anita, seorang warga.

Doa arwah yang digelar oleh pengurus lokalisasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh 200 wanita pekerja di sana untuk mendoakan keluarga dan kerabat mereka yang sudah meninggal dunia. Mereka juga beroda untuk diri mereka agar dapat menjalani ibadah puasa nanti dengan hati yang ikhlas.

Ketua Oragnisasi Bina Sosial Teluk Pandan Sintai M Nasir Andriani menuturkan, doa arwah bersama menyambut bulan puasa ini merupakan kegiatan rutin dari warga teluk pandan setiap tahunnya. Ini bertujuan agar segenap warga Sintai bisa membersihkan hati dan pikiran mereka sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan hati yang bersih. “Malam ini kami doa arwah, besok (malam tadi) ada taraweh dan tadarus bersama. Ini semua untuk menyambut puasa,” ujar Nasir.

Lokalisasi Teluk Pandan Sintai saat ini ada 20 bar yang masih aktif dengan total pekerja sebanyak 200 orang. Jumlah tersebut menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya yang bisa mempekerjakan hingga 1.200 orang. Berkurangnya pekerja di lokalisasi itu karena banyak bar yang tutup karena sepih pengunjung. “Dulu diatas 30 bar yang aktif. Sekarang sisa 20 an bar. Jadi berpangaruh juga pada jumlah pekerja di sini. Dulu bisa sampai 1.200 orang sekarang tinggal 200 saja,” ujar Nasir.

Disinggung mengenai jadwal operasional selama puasa nanti kata Nasir, pengurus lokalisasi Teluk Pandan telah mendapat edaran dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam dengan skema tiga-tiga-tiga. Dalam arti lokalisasi itu akan tutup pada tiga hari pertama puasa, tiga hari pertengahan puasa dan tiga hari penutupan puasa. “Aturan dari Pemko sudah jelas tentu akan kami terapkan disini,” kata Nasir. (eja)

Respon Anda?

komentar