Pilwako Tanjungpinang

batampos.co.id – Panitia Pengawas Pemilu Tanjungpinang berkomitmen untuk tidak mengendurkan kerjanya selama bulan puasa. Bahkan, pengawasan semakin intensif dilakukan lantaran juga semakin mendekati pelaksanaan pemungutan suara.

Ketua Panwaslu Tanjungpinang Maryamah menegaskan, ada dua pelanggaran yang rentan terjadi bersempena momentum bulan puasa semacam ini. ”Politik uang dan politisasi unsur SARA. Kami akan semakin giat mengawasi dan jangan sampai ada yang nekat melakukan pelanggaran ini,” tegas Maryamah, kemarin.

Politisasi SARA, kata Maryamah, bisa saja terjadi mengingat bulan puasa adalah bulan penting bagi umat muslim. Dan karena itu, sudah seyogyanya, momentum baik semacam ini tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan praktis oleh masing-masing tim pemenangan.

Maryamah berharap, hal ini tidak pernah terjadi di Tanjungpinang dalam lingkup kontestasi Pilkada. Lalu, soal politik uang. Sudah bukan rahasia lagi bahwasanya sedekah, infaq, atau zakat kerap dijadikan celah untuk menggiring persepsi publik terhadap satu pasangan calon. Hal ini, tegasnya, sungguh tidak dibenarkan.

Karena itu Panwaslu sudah mengantisipasinya dengan meminta pengawas di tingkat kecamatan benar-benar memerhatikannya. ”Kami menyarankan agar menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah itu ke lembaga resmi agar tidak terjadi penggiringan persepsi pada suatu pasangan calon,” ujarnya.

Bagaimana pun, sambung Maryamah, integritas pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang 2018 harus tetap dijaga seluruh khalayak. Tidak hanya oleh masing-masing tim pemenangan tapi juga masyarakat luas. ”Karena politik uang ini, jika terbukti, pemberi dan penerimanya bisa dijerat sanksi pidana,” pungkas Maryamah.(aya)

Respon Anda?

komentar