BJ Habibie (kiri) bersama Politikus Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Minggu (20/5). Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh tawa. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos.co.id – Politikus Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim,┬ábebas dari hukuman penjara pada Rabu (6/5) lalu.

ia melakukan kunjungan keluar negeri pertama, ke Indonesia, bertemu dengan Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie.

Kedatangan Anwar Ibrahim saat bertemu BJ Habibie dengan kapasitas sebagai sahabat. Sehingga, pertemuan itu berlangsung hangat dan cair.

Wakil Ketua Partai Justice Party (PKR), Shamsul Iskandar Md. Akhin menyebut, BJ Habibie menawarkan Anwar Ibrahim untuk mengunjungi dan tinggal di kediamannya. Tawaran itu dikemukakan mantan Menristek itu sebelum Anwar Ibrahim dinyatakan bebas.
BJ Habibie bersama Politikus Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Minggu (20/5). Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh tawa.

Dalam pertemuan itu Anwar Ibrahim tidak berlangsung lama-lama, karena menggunakan paspor sementara. “Karena kunjungan pertama, Pak Anwar masih menggunakan paspor sementara,” katanya saat ditemui di kediaman BJ Habibie, Minggu (20/5).

Shamsul menceritakan, dalam pertemuan yang berlangsung 30 menit itu BJ Habibie dan Anwar Ibrahim melakukan berbagai macam perbincangan. Mulai dari tentang politik hingga masalah pribadi. Termasuk mengenai operasi yang baru saja dijalani suami almarhumah Ainun tersebut.

Saat bertemu Habibie, Anwar mengaku sebetulnya setelah bebas tidak ada memiliki agenda kunjungan keluar negeri. Sebab mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia itu belum bertemu dengan anak cucu. Hanya saja ketika ditelpon BJ Habibie dia menyediakan waktu.

Anwar dijadwalkan akan kembali ke Malaysia malam ini. Hal itu menyusul dengan agenda pelantikan kabinet baru akan dilaksanakan Senin (21/5) pukul 11.30 waktu Malaysia di Istana Negara.

“Besok upacara pelantikan akan dilaksanakan di Istana Negara dan tugas saya hanya akan sebagai pengiring Wakil Perdana Menteri Azizah,” katanya diselingi tawa. Wan Azizah Wan Ismail merupakan istri Anwar Ibrahim.

(trz/JPC)

Respon Anda?

komentar