ilustrasi

Donwori akhirnya menyerahkan hubungan pernikahannya dengan Karin di meja hijau. Pria Gununganyar ini mengaku lelah dengan mengaku jengah dengan sikap cemburu berlebihan sang istri. Sudah menjalani pernikahan selama lima tahun, Karin tetap saja mengamuk jika Donwori berinteraksi dengan perempuan lain.

“Cemburunya kebangetan, siapapun asalkan perempuan ia cemburui,” ujarnya saat menunggu sidang pertamanya di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya.

Donwori menjelaskan, rumah tangganya dengan Karin tak pernah adem. Setiap hari ada saja yang membuat Karin cemburu. Entah saat Donwori meeting dengan rekan kerja, berkumpul bersama sahabat. Atau bahkan ketika berbalas pesan dengan temannya di media sosial.

“Pokoknya ada siapapun perempuan yang komen di yang instagram atau facebook mesti dia telusuri ke akar-akarnya. Dan selalu nodong aku ada main dengan perempuan lain,” imbuhnya.

Dari kecemburuan itulah, sikap Karin pada Donwori tak pernah mengenakkan. Setiap hari dia menggerutu. Yang paling parah dia selalu mendiamkan suaminya ketika cemburu. Hal ini membuat Donwori semakin tak betah di rumah.

“Gimana mau betah kalau lihat istri gak pernah nyenengin mata. Cemberut aja kerjaannya,” imbuhnya.

Karena sudah tak tahan lagi inilah. Akhirnya keputusan berpisah ia pilih. Meski diawal Karin sempat mengamuk, ia akhirnya pasrah juga dengan keputusan suami.

“Ya meskipun sudah nikah, siapa laki-laki yang mau dikekang terus menerus,” pungkasnya dengan nada yang sedikit meninggi. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar