batampos.co.id – Mahathir Mohamad memimpin sidang kabinet untuk pertama kalinya sejak menjadi Perdana Menteri Malaysia, Rabu (23/05). Dalam rapat tersebut Mahathir memutuskan akan memangkas gaji para menteri sebanyak 10 persen. Kebijakan itu juga berlaku bagi perdana menteri dan wakilnya.

“(Pemangkasan gaji menteri) akan diatur oleh Kementerian Keuangan. Mereka yang gajinya kecil tidak akan terkena,” kata Mahathir dalam keterangan pers usai sidang kabinet, kemarin.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintahan Mahathir untuk mengurangi utang negara. Saat ini, utang luar negeri Malaysia mencapai 251 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.563 triliun lebih. Angka tersebut setara dengan 65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia.

Para pengamat mengatakan besaran utang dengan rasio di atas 51 persen dari Produk Domestik Bruto bisa membahayakan perekonomian jika persentasenya terus meningkat.

“Saya diberi tahu bahwa utang negara mencapai satu triliun ringgit (251 miliar dolar AS). Hari ini kita membahas bagaimana mengurangi utang ini,” kata Mahathir.

Langkah-langkah lain yang dilakukan pemerintahan Mahathir adalah menghapus pajak barang dan jasa yang tahun ini mendatangkan pendapatan sekitar 11,05 miliar dolar AS ke kas pemerintah dan menerapkan kembali subsidi bahan bakar minyak di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Menurut para pengamat ekonomi Malaysia, kebijakan ini akan sangat disambut baik oleh rakyat. Namun pada saat yang sama akan menambah defisit fiskal.

Selain itu, Mahathir mengatakan proyek-proyek mahal yang dijalankan oleh pendahulunya, Najib Razak, juga akan dipangkas. Di antara megaproyek tersebut adalah pembangunan jalur kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura.

Yang juga diputuskan Mahathir adalah pembatalan kontrak pencarian pesawat MH370 karena dinilai tidak lagi memberikan kemanfaatan bagi Malaysia.

Pejabat di kementerian transportasi mengatakan kontrak ini resmi berakhir pada Selasa (29/5) pekan depan.

Seperti diketahui, pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH317 yang membawa 239 penumpang dan awak hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Hingga sekarang pesawat belum ditemukan dan menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar dalam sejarah. (JPG)

Advertisement
loading...