ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah pusat mempersiapkan Pulau Lingga sebagai pulau pensuplai sembako ke seluruh Kepri, khususnya Batam. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko di Batam, Senin (21/5).

“Lingga dipersiapkan untuk mensuplai sembako dalam empat tahun kedepan karena punya tanah yang bagus dan di Dabo Singkep punya sumber air terjun yang luar biasa,” kata Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukuran Tani Indonesia (HKTI) tersebut.

Sumber air di Lingga memang berlimpah. Tanahnya juga subur sehingga sangat tepat menjadi lokasi pertanian. Namun masyarakatnya belum terbiasa bertani.

“Masyarakatnya belum terbiasa budi daya. Makanya saya dan Gubernur Lingga Alias Wello hampir tiap minggu sekali datang ke Jakarta untuk berdiskusi,” jelasnya.

Kepala Staf Kepresidenan itu optimistis Kabupaten Lingga nantinya dapat mensuplai sembako terutama sayur-sayuran ke seluruh wilayah Provinsi Kepri. Sehingga nanti tidak perlu memasok lagi dari luar.

“Tidak hanya sayur-sayuran, sekitar empat tahun lagi Lingga sudah bisa dan dapat mensuplai buah-buahan ke Kota Batam,” katanya.

Batam kata Moeldoko hingga saat ini belum dapat menjadi pertanian, karena karakteristik tanah di kota industri tersebut banyak mengandung mineral.

“Itu sangat menganggu aktivitas pertanian,” kata Moeldoko.

Moeldoko meminta agar Kota Batam fokus kepada industri dan Kabupaten Lingga fokus kepada pertanian. Sehingga Kabupaten Lingga, lanjut Moeldoko nantinya dapat mensuplai sembako ke Kota Batam.

Namun ia juga mendukung upaya pemerintah yang tengah mengembangkan agrobisnis di Lahan Sei Temiang.

Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri Gusti Raizal Eka Putera mengatakan betapa pentingnya menciptakan pulau di luar Batam sebagai pulau pensuplai sembako.

Alasannya sederhana karena Batam cenderung mengimpor sembako dari luar, maka harganya menjadi mahal dan mendorong inflasi semakin tinggi.

Adapun cara yang dilakukan selain mendorong pertanian di Lingga antara lain mengintensifkan kerjasama antar daerah.

“Mendorong kegiatan urban farming dan rumah pangan kita. Serta koordinasi satgas pangan untuk menghindari penimbunan pangan,” jelasnya.

Dan melaksanakan operasi pasar yang dibawah nahkoda Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai penyeimbang pasar.(leo)

Advertisement
loading...