batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lingga berjanji akan merampungkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan embung air pada 2018 ini dengan tujuan untuk mengatasi kesulitan air di areal pertanian sawah di Desa Resang.

Pembangunannya sudah diprogramkan Pemkab Lingga di bawah kepemimpinan Awe-Nizar sejak beberapa waktu lalu. Jika DED selesai, maka pembangunan fisik embung air berasal dana pusat melalui Kementerian Pertanian itu dapat berjalan tahun depan.

Kepala Bagian (Kabid) Sumber Daya Air Dinas PUPR Lingga Syarifudin, PUPR Kabupaten Lingga akan mengajukan DED pada pembahasan APBD-Perubahan di tahun ini. DED pembangunan embung air ini dipercepat mengingat kebutuhan air di lokasi sawah tidak dapat ditunda lagi.

Syarifudin menjelaskan, pembangunan embung akan dilakukan pada 2019 mendatang oleh Kementerian Pertanian. Untuk memastikan pembangunan embung tersebut, Dirjen akan menurunkan tim teknis, untuk melihat kondisi persawahan di Desa Resang.

Menurutnya, pada kunjungan yang dilakukan Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ir Pending Dadih Permana, beberapa waktu lalu, mereka menegaskan dibutuhkan embung di lokasi percetakan sawah di Resang.

Saat ini, Pemkab Lingga menitikberatkan pembangunan dalam bidang pertanian. Salah satunya pertanian padi. Saat ini Pemkab Lingga terus melakukan upaya agar mendapat bantuan dari pusat dalam bidang peralatan tani dan dana.

Bahkan Pemkab Lingga berencana menjadikan Bunda Tanah Melayu ini sebagai kawasan lumbung padi pada daerah perbatasan. Serta dapat memenuhi kebutuhan beras baik dalam negeri maupun negara tetangga.(wsa)

Respon Anda?

komentar