Donwori, 30, terduduk lesu ketika menunggu panggilan di Ruang Tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 A Surabaya, Rabu (23/5). Tatapannya kosong dan nampak jelas bahwa dia sedang stress. Istrinya, Karin, 26, ternyata tidak mau menjadi seorang ibu.

“Saya kecewa, istri macam apa yang nggak mau punya anak. Kalau saya bilang, dia sudah menyalahi kodrat,” kata Donwori.

Laki laki yang tinggal di wilayah Panjang Jiwo ini menjelaskan, sudah dua tahun dirinya membina rumah tangga dengan Karin. Selama dua tahun itulah Karin menolak untuk memiliki momongan. Katanya, Karin mengaku belum siap menjadi seorang ibu.

“Dia memohon-mohon mau nunda satu tahun saja, tak turuti, mungkin masih muda belum siap. Tapi akhirnya kok sampek molor dua tahun,” keluhnya.

Ketika ditagih janjinya untuk segera memiliki momongan, jawaban yang dilontarkan Karin malah mengejutkan Donwori. Karin mengaku telah menyiapkan berkas untuk melamar sekolah S2 ke luar negeri. Karena itu, Karin pun lantas membuat janji baru akan siap memiliki anak sekembalinya kuliah dari luar negeri.

“Kuliah S2 itu kan paling cepat dua tahun. Iya kalau tepat waktu, kalau molor, tambah nunggu sampai umur berapa aku bisa punya anak,” kata Donwori kesal.

Yang membuat Donwori makin tak habis pikir, Karin bahkan sama sekali tak memberitahukan rencananya untuk kuliah lagi kepada Donwori. Rencana itu baru terkuak karena Donwori yang terus terusan membujuk Karin untuk memiliki momongan. Tentu saja, keinginan Karin itu ditolak mentah-mentah oleh Donwori.

“ Ya gimana mau setuju, wong harusnya orang yang sudah menikah itu anteng di rumah. Ini kebalikannya malah mau keluyuran lagi, jauh lagi,” ujar Donwori.

Padahal di bayangan Donwori, di usia yang tak lagi muda ini dia ingin membangun rumah tangga sempurna dengan kehadiran momongan. Ia juga tak menuntut Karin banyak, yang penting diam di rumah mengurus dia dan bakal anak-anaknya. Namun, Karin menolak permintaan Donwori itu.

“Sampek aku nangis-nangis di depannya, tak bujuk-bujuk, tapi dia tetap bergeming,” ujarnya.

Karena keinginan yang sudah tak sejalan inilah, akhirnya Donwori memilih jalan perpisahan. Ia menginginkan istri yang bisa diajak untuk membangun rumah tangga di rumah, bukan yang hanya mikir dirinya sendiri seperti ini. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar