Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan di di Mall Pelayanan Publik BP Batam yang sudah mulai beroprasi, Selasa (5/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Batam akan mendapat limpahan investasi dari Singapura dan Eropa. Dua investor dikabarkan akan datang. Disamping itu sejumlah kawasan industri di Batam dilirik oleh 24 investor asal China yang bergerak di bidang pemasok suplai untuk smartphone Xiaomi yang juga diproduksi di Batam.

“Untuk tahun ini sampai sekarang kita dapat dua investor dari Singapura dan satu dari Eropa,” kata General Manager Kawasan Industri Batamindo, Mook Soi Wah, Kamis (24/5) di Hotel Radison tanpa menyebut berapa nilai investasinya.

Tapi ia mensyaratkan agar pemerintah daerah bisa menjaga Batam tetap dalam kondisi kondusif. Karena dua investor itu masih tengah mensurvey kelayakan berinvestasi di Batam.

“Kami berkeinginan agar Batam tetap harmonis karena investor melihat seperti itu baru cocok. Kemudian dia akan berinvestasi,” ucapnya.

Situasi kondusif diperlukan karena dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para investor.

“Ada dulu investor masuk, sekarang mereka sudah membuka 8 pabrik. Jadi kita harus jaga kondusifitas di Batam,” paparnya.

Namun ada sejumlah hal yang dianggap berpotensi merugikan investor yakni penundaan pelayanan smart card bagi tenaga kerja asing bagian direksi keatas.

“Punya saya Juni nanti sampai tanggal 6. Tapi nanti harus antri untuk cop. Ini sudah lama mengapa harus berhenti,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Ok Simatupang mengatakan investor banyak berminat tanam modal di Kawasan Industri Kabil yang memang dikhususkan untuk industri oli dan gas.

“Kabil memang diminati, tapi belum ada investasi secara fisik. Baru di tahap perizinan dan dokumen,” jelasnya.

Investasi itu kata OK datang dulu untuk mensurvey dan tanya jawab dengan pemilik kawasan industri. Melihat kondisi ketenagakerjaan dan lainnya.”Dan setelah itu ada MoU,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang sekarang mempermudah perizinan. Sehingga memberikan dampak bagi pertumbuhan investasi, contohnya KILK.

“Ekspansi sudah ada dan membesar, dan itu sangat menguntungkan kita. Karena waktunya cepat dan tidak perlu membangun lagi. Dalam waktu 4 bulan sudah bisa ekspor. Belum pernah terjadi sebelumnya karena biasanya setahun baru ekspor,” jelasnya.

Kemudian dari 24 perusahaan suplier Xiaomi sudah ada yang menandatangani fakta kerjasama.

“Apalagi ada kemudahan dari Kementerian Keuangan untuk produk-produk yang dihasilkan di Batam itu bebas biaya masuk dan itu sangat menarik buat mereka,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar