Bupati Natuna Hamid Rizal meninjau lokasi pembangunan rumah dinas bupati di kawasan Bukit Arai, beberapa waktu lalu. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyatakan tetap membangun rumah dinas bupati tahun anggaran 2018 ini. Meski keuangan daerah mengalami defisit. Bahkan dalam pembangunan rumah dinas bupati tersebut, pemerintah telah menetapkan perusahaan pemenang lelang PT Eka Cipta Madani, dengan nilai kontrak Rp 13,997 miliar.
Sementara pada 2017 lalu, APBD juga digunakan untuk menimbun kawasan rumah dinas senilai Rp 10 miliar.

Iklan

Hamid mengatakan membangun gedung daerah atau rumah dinas bupati adalah keharusan. Karena setiap kabupaten punya gedung daerah. Saat ini, Natuna belum punya gedung daerah. “Gedung daerah itu harus dibangun, pemenangnya sudah dilelang,” kata Hamid, Kamis (24/5).

Hamid menyatakan meski anggaran APBD Natuna saat ini defisit. Selaku kepala daerah sudah punya pertimbangan. Semua kepala OPD agar gencar jemput program anggaran di pusat dan kementerian terkait. Seperti diketahui, pemerintahan Kabupaten Natuna se­lama ini, sudah banyak membangun gedung. Namun, se­telah selesai dibangun, ternyata kurang bermanfaat. Termasuk gedung wanita yang sudah habiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar, tepat di lokasi akan dibangun gedung daerah.

Selain itu juga dibangun gedung Sri Serindit untuk berbagai pertemuan dan kegiatan pemerintah. Padahal sudah ada gedung serbaguna di kawasan Masjid Agung yang cukup luas. Gedung tersebut bisa menampung ribuan orang. Adanya gedung Sri Serindit yang baru, maka gedung serbaguna sudah jarang difungsikan.

Bahkan pada kepemimpinan Bupati Hamid Rizal tahun 2001 silam, Hamid juga membangun rumah dinas bupati di Ranai. Habis masa periodenya, pernah ditempati mantan wakil Bupati Natuna Imalko. Dan sekarang, rumah dinas mewah yang dilengkapi bangunan sanggar tari dan area halaman seluas satu hektare difungsikan sebagai kantor Dinas Pemadam Kebakaran.(arn)