ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Bulog telah menjamin ketersediaan beras hingga lebaran nanti. Namun bukannya ketersediaan yang dikeluhkan warga, tapi harga beras yang masih banyak diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp 13.300.

Umiyati misalnya, warga Seipanas mengeluhkan harga beras jenis premium diatas Rp 13.500 – Rp15.000. Harga beras itu tak pernah turun sejak beberapa bulan lalu.

“Beras yang biasa saya gunakan sempat kosong beberapa waktu lalu. Sekarang sudah ada, tapi harganya mahal, rata-rata diatas Rp 13.500,” kata wanita berusia 27 tahun ini.

Menurutnya, warga memilih membeli beras kualitas premium karena rasanya enak dan tidak pulen. Apalagi untuk selera kampungnya di Sumatra Barat.

“Kalau beras jenis biasa, itu rasanya pulen dan lengket. Makanpun nggak enak. Makanya tetap beli jenis premium meski harganya mahal,” imbuh Umiyati.

Sementara, Ale karyawan kelontong di pasar Cahaya Garden tak membantah harga beras yang bagus rata-rata diatas Rp 13500 perkilonya. Hal itu dikarenakan harga beras yang memang tinggi dari pemasok atau  distributor.

“Harga yang kami dapat dari distributor memang segitu. Harga beras bagus memang rata-rata diatas Rp 13.500,” imbuhnya.

Bahkan, Ale mengaku ada jenis beras seperti ayam bola dihargai hingga Rp 14.500 per kilonya. Meski mahal, jenis beras ini tetap banyak yang membeli.

“Harganya memang mahal, tapi tetap banyak yang cari,” ujar Ale. (she)

Advertisement
loading...