Iklan
Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng saat memberikan keterangan mengenai utang negara BR1M di hadapan sejumlah wartawan di Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu. F- Bernama

batampos.co.id – Warga Negara Malaysia membuat gerakan mencengangkan, yakni menggalang dana, menyumbangkan uang secara pribadi untuk menyelesaikan utang negara yang tengah menimpa negeri tersebut. Aksi penggalangan dana ini dilakukan lewat kampanye melalui sosial media berjudul Please Help Malaysia.

Iklan

Krisis ekonomi memang tengah melanda Malaysia. Babak demi babak pemerintahan dan kondisi ekonomi Negeri jiran tersebut menjadi konsumsi publik setelah Mahathir Mohammad terpilih kembali menjadi Perdana Menteri (PM). Dalam tugas perdananya, ia langsung menggebrak dengan melakukan penangkapan serta penyitaan harta terhadap PM sebelumnya, Tun Najib Rajak yang melakukan korupsi.

Atas dasar ini, penggalangan dana untuk membantu membayar utang negara ini dilakukan pertama sekali oleh Nik Shazarina Bakti, Sabtu (26/5) kemarin. Shazarina mengampanyekan aksi ini melalui media daring dan situs Go Get Funding.

Dilansir dari media online Malaysia, The Star, Shazarina mengajak para rekan satu negaranya berkontribusi mengurangi utang dengan menuliskan latar belakang berupa napak tilas bagaimana warga Malaysia juga pernah kompak membantu menyumbang dana kepada pemerintah. “Rakyat Malaysia pernah menyerahkan berbagai perhiasan, uang, dan harta berharganya supaya pemerintahan yang dipimpin Tunku Abdul Rahman mampu berangkat ke London, Inggris untuk memproklamirkan kemerdekaan kita,” tulis Shazarina.

Dalam keterangan itu ia juga mengungkapkan tidak akan mengambil satu peser pun dari sumbangan dan berjanji akan terus memperbaharui perkembangan dana yang masuk dan kelak akan disalurkan ke rekening Pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. “Percayalah saya tidak akan mengantongsi sepeser pun dana itu,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, dana yang baru terkumpul sudah mencapai USD 3.633 atau sekitar Rp 50.862.000 (kurs Rp 14 ribu, Red) dari USD 100 ribu (Rp1,4miliar) yang ditargetkan.

Putri Mahathir Mohamad, Marina Mahathir beberapa jam setelah program itu diluncurkan, sangat mengapresiasi dan ikut mendukung Shazarina. “Saya tahu ada begitu banyak orang ingin membantu menyelesaikan utang besar kami. Ini menunjukkan betapa banyak orang Malaysia mencintai negaranya,” tulisnya dalam postingan di Facebook pribadinya.

Ia memuji niat Shazarina yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan ini. “Tetapi anak muda ini telah berinisiatif mengambil langkah dengan penggalangan dana untuk membantu Malaysia. Saya kebetulan mengenal Shazarina dan sangat bangga kepadanya. Jika Anda bisa membantu, lakukanlah,” tulisnya.

Untuk menyumbang ke Go Get Funding ini, warga Malaysia diminta menyumbangkan minimal setara dengan 1 dolar Amerika dan akan berakhir 31 Juli mendatang.

Sebelumnya, PM Mahathir juga mengumumkan memotong 10 persen gaji seluruh menteri di kabinetnya. Kebijakan ini ia buat sebagai salah satu jalan keluar mengurangi utang negara tersebut yang mencapai 1 triliun ringgit.

Sementara itu, seperti dilansir dari kantor berita Malaysia, Bernama, bantuan warga Malaysia ini juga berhubungan dengan skandal obligasi BR1M. Nilai ini akan diusahakan dibayar sebelum Idul Fitri. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng dalam twitter resminya kemarin.

“Seperti yang diarahkan oleh Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad @chedetofficial, BR1M akan dibayarkan pada bulan Juni sebelum Idul Fitri. Informasi lebih lanjut akan diumumkan minggu depan,” tulis Lim dalam postingannya. (cha)