batampos.co.id -Empat Gardu Induk (GI) penyuplai interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin) dengan kapasitas 150 kV mengalami gangguan. Karena terputusanya aliran listrik dari Pembangkit Tenaga Mesin Uap (PLTU) Tanjungkasam, Batam. Persoalan tersebut menyebabkan aliran listrik di Pulau Bintan terputus lebih kurang 60 menit.

“Empat GI mengalami kehilangan tegangan. Sehingga menyebabkan pelayanan menjadi tertanggu. Yakni dari 12.05-13.04 WIB,” ujar Manajer SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau , Dwi Suryo Abdullah lewat siaran persnya, kemarin.

Dijelaskannya, pada saat padam keempat GI yang berada di Tanjunguban, Sri Bintan, Air Raja dan Kijang mengalami hilang tegangan pada sisi 150 kV. yang menyebabkan sebagian besar pelanggan merasakan padam. Baik itu yang ada di Bintan maupun Kota Tanjungpinang. Menurut Roy, kejadian tersebut diluar perkiraan.

“Karena sumber gangguannya berasal dari pembangkit PLTU Tanjungkasam, Batam,” papar Roy.

Masih kata Roy Suryo, dengan adanya sistem interkoneksi listrik Babin, PLN sebagai penyuplai daya listrik terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Apalagi pada saat bulan puasa sekarang ini. Namun ada beberapa persoalan yang tidak bisa diprediksikan menjadi penyebab kurang maksimalnya pelayanan tersebut.

Ditambahkannya, selain kerusakan utama pada pembangkit, faktor alam juga menjadi penyebab. PLN terus berusaha untuk melengkapi pemasangan penangkal petir disistem jaringan 150 kV. Pekerjaan tersebut sudah dilakukan secara bertahap. Dalam hal ini, PLN juga sudah melokalisir daerah-daerah yang rawan petir di Pulau Bintan.

“Dari awal terputusnya suplai listrik dari Batam. Kami langsung quick respon berkoordinasi dengan Batam. Alhamdulillah dalam satu jam sudah teratasi,” tutup Roy Suryo.(jpg)

Advertisement
loading...