Aktivitas jual beli Sembako di Pasar KUD Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Men­jelang Lebaran Idul Fitri 1939 H, Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra menyerukan masyarakat berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Menurutnya, itu salah satu upaya untuk menekan inflasi daerah.

“Angka inflasi Kepri di bulan Apri lalu 4,35 persen. Sedangkan sebelumnya 5,05,” ujar Gusti di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, kemarin.

Atas dasar itu, ia berharap ang­ka inflasi selama Ramadan ini dalam posisi baik. Menurut Gusti, program pasar murah dan operasi pasar telah memberikan kontribusi yang baik. Apalagi dari laporan Badan Urusan Logistik (Bulog) persediaan bahan pokok masih cukup untuk empat bulan ke depan.

“Kita berharap tidak terjadi peningkatan harga. Karena bahan pokok yang tersedia cukup,” paparnya.

Ditegaskannya, kordinasi antar pihak terkait dengan Satgas Pangan harus ditingkatkan, jangan sampai distributor dan pedagang memanfaatkan momen puasa dan Lebaran untuk menaikan harga. “Tahun lalu kita bisa mengendalikan inflasi, dan saya yakin tahun ini kita juga bisa mengendalikannya sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik di tahun ini,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengatakan inflasi jika dikelola dan diantisipasi dengan baik maka akan meningkatkan daya beli masyarakat yang berkorelasi positif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Karena inflasi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga dan menciptakan investasi baru.

“Pemerintah sangat konsen terhadap masalah inflasi. Telah banyak hal yang ditempuh pemerintah untuk menekan inflasi,” ujar Arif.

Menurut Arif untuk menekan laju inflasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota secara bersama-sama melaksanakan operasi pasar murah bagi masyarakat yang kurang mampu. Pasar ini tersebar di beberapa titik selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Selain itu, pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga secara rutin melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar untuk memantau pergerakan harga agar pada distributor tidak menjual kebutuhan pokok tidak melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pada Ramadan ini, gubernur dan wakil gubernur sangat aktif sekali melakukan sidak ke pasar-pasar untuk memantau harga bahan kebutuhan pokok. Bagi distributor nakal yang melakukan penimbunan dan menjual bahan pokok di atas HET akan dikenakan sanksi yang tegas,” papar Arif.(jpg)

Advertisement
loading...