batampos.co.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 14 kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang mencuri ikan di perairan Natuna, Minggu (27/5). Ke-14 kapal bersama awak kapal saat ini masih diamankan di sekitar perairan Natuna.

Informasi yang didapat, penangkapan 14 KIA yang melakukan illegal fishing itu merupakan keberhasilan dari operasi Nusantara yang melibatkan semua stakeholder lembaga keamanan laut yang dikoordinir oleh Bakamala dan KKP.

Kabakamla RI Laksamana Madya Arie Soedewo membenarkan penangkapan 14 KIA asal Vietnam itu. Bahkan Arie menyebutkan salah KIA mencoba membakar kapalnya sendiri saat diadang petugas. “Beruntung personel yang ada di atas kapal sigap, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir dengan baik dan cepat,” ujar Arie saat meninjau pembangunan tiga unit kapal patroli Bakamla di PT Citra Shipyar, Senin (30/5).

Hingga (Rabu, 38/5), tim gabungan masih memeriksa kapal-kapal tersebut di sekitaran perairan Natuna. “Semua unsur yang tergabung dalam Operasi Nusantara terlibat dalam penangkapan itu,” ujar Arie.

Informasi tambahan yang didapat, unsur-unsur KKP yang tergabung dalam Operasi Nusantara Bakamla yaitu Hiu Macan-01 dikomandani Samson, Hiu-11 dikomandani Slamet, Hiu-12 dikomandani Novri Sangiang, KP Paus yang di Komandani Irzal Kadir, KP Orcha-01 Komandan Priyo Kurniawan dan KP Hiu Macan Tutul-02 Komandan Ilman Rustam.

Kasi Penindakan dan Penegakan Pangkalan PSDKP Batam Syamsu juga membenarkan penangkapan 14 KIA berbendera Vietnam itu. Namun demikian, Syamsu belum bisa berkomentar banyak sebab masih dalam proses penyelidikan dan kapal-kapal tersebut masih di Natuna. “Bukan tak mau berkomentar cuma informasi detail harus melalui pusat (KKP) karena operasi ini dikoordinir pusat,” ujar Syamsu.(eja)

Respon Anda?

komentar