Petugas Kabupaten Natuna meninjau salah satu budidaya ikan napoleon di Natuna, beberapa waktu lalu. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Natuna Zakimin Yusuf mengatakan, kran ekspor ikan napoleon tetap dibuka melalui jalur laut, sejak moratorium dicabut pemerintah.

”Masyarakat nelayan sangat bersyukur, kran penjualan napoleon lewat jalur laut tetap dibuka. Dengan kondisi transportasi di Natuna, belum memungkinkan dilakukan ekspor jalur udara,” kata Zakimin, Rabu (23/5).

Saat ini, katanya, Hongkong masih mengurus perpanjangan ekspor di pusat hingga Desember 2018. Dan rencananya dalam waktu dekat ekspor akan dilaksanakan lagi.
Zakimin mencatat, pada 2017 lalu ekpor napoleon sudah dibuka dengan kuota 3.000 ekor.

Dan di bulan Desember 2017 sempat dihentikan sementara. Karena adanya persyaratan yang wajib dilengkapi. Namun pada Februari 2018 sudah terealisasi kembali untuk ekspor ikan napoleon dari Natuna. Dan pada Maret diekspor kembali sebanyak 5.000 ekor napoleon ke pasaran Hongkong. Tetapi hanya 1.000 ekor terangkut, karena mengalami siklus musim dingin.

”Dibukanya ekspor napoleon lewat jalur laut, dari sisi ekonomi tentunya meningkatkan devisa. Kita berharap potensi ekonomi yang ada di Natuna dapat mendongkrak ekonomi nelayan setempat,” kata Zakimin.

Dijelaskan Zakimin, pengurusan izin ekspor tersebut berada pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan berbagai persyaratan yang wajib dilengkapi pihak pengusaha dari Hongkong.

Dijelaskan Zakimin, ikan napoleon yang ada di Natuna bukan dari perikanan tangkap. Melainkan perikanan budidaya. Nelayan menangkap benih Napoleon dari alam, bukan menangkap indukannya. Hal ini menghindari terjadinya kepunahan dan keberlangsungan habitat.(arn)

Respon Anda?

komentar