ilustrasi

Donwori, 40, mengaku kesal dan marah dengan Karin, 35, istrinya.

Karin memaksa Donwori untuk melakukan KB vasektomi berkali-kali. Tentu saja, berulang kali juga Donwori menolaknya.

“KB itu harusnya kewajiban perempuan, kenapa aku yang dipaksa,” papar Donwori saat mendaftarkan perceraiannya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Kamis (31/5).

Ia melanjutkan banyak rekannya yang melakukan KB sejenis. Alasannya banyak. Mulai dari penasaran dengan manfaatnya hingga sayang sama istri. Mengetahui hal ini, Karin pun ikut-ikutan mendorong suaminya untuk melakukan hal yang sama.

“Kata yang mengalami sendiri, KB ini malah semakin membuat stamina lebih on di ranjang. Tapi aku malas,” imbuh Donwori dengan muka melengos.

Karin terang-terangan iri dengan yang lain. Ibu-ibu yang jadi kenalan Karin, baik teman di rumah maupun di lingkungan kerja Donwori, semuanya bodinya masih aduhai. Sementara Karin?!

Itulah alasan Karin menyuruh Donwori KB vasektomi. Karin mengaku, KB yang ia lakukan membuat bodinya melebar ke mana-mana. Sudah setahun terakhir ini Karin melakukan KB inplan dan mengonsumsi obat tertentu. Sebenarnya ada yang menyarankan Karin untuk melakukan KB spiral, tapi ia menolaknya. Karin takut.

“Toh ke depan kami belum berencana punya anak lagi. Ndesak setiap hari begitu,” keluh Donwori yang warga Genteng ini.

Gara-gara perkara KB ini, Donwori dan Karin jadi sering bertengkar. Pria berbadan gagah ini merasa risih. Sebaliknya sang istri makin getol memaksa. Puncaknya, karena kesal, Donwori pun akhirnya mentalak Karin.  (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar