Anggota Lanal Batam mengawal tiga pelaku otak perompakan kapal di Malaysia saat ekspos di Mako lanal Batam, Minggu (3/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam mengamankan tiga orang yang sebagai otak pelaku perompakan kapal MT Lee Bo di perairan barat Pulau Aur Malaysia, pada koordinat 02 19’ 089” LU 104 15’ 144 BT, Jumat (1/6) lalu. Ketiga otak pelaku yang merupakan warga Batam itu berinisial Dn, A dan F.

Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan mengatakan, penangkapan terhadap tiga otak pelaku perompakan ini berdasarkan dari adanya perompakan di Perairan Malaysia. Dari kejadian itu, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) mengamankan 14 orang perompak yang berkewarganegaraan Malaysia.

“Beberapa hari sebelum prompakan, kita sudah mengetahui adanya perompakan ini berdasarkan penyadapan yang kita lakukan. Dari sana, kita ketahui kalau otak pelakunya ada di Batam dan lokasinya sudah kita ketahui,” ujar Iwan, Minggu (3/6).

Dijelaskan Iwan, pihaknya saat itu belum bisa menangkap tiga otak pelaku tersebut karena tidak ada dasar hukumnya. Sehingga mereka menunggu pihak APMM mengamankan belasan perompak itu terlebih dahulu. Usai diamankan APMM, selanjutnya Lanal Batam bersama dengan Lantamal IV Tanjungpinang mengamankan tiga otak pelaku.

“Awalnya kami berhasil menangkap dua orang otak pelakunya. Namun, setelah dikembangkan lagi, ternyata masih ada satu orang lagi yang terlibat, kemudian langsung kita amankan,” tuturnya.

Dijelaskan Iwan, dari hasil pemeriksaan diketahui peran A bertugas dalam menyiapkan kapal MT Bright (kapal yang dipergunakan untuk merompak) dan mengatur kesiapan operasional kegiatan perompakan, dengan dukungan dana dari Jimmy Tan sebesar Rp. 40 juta.

Kemudian peran tersangka F ialah bertugas dalam mengatur pergerakan pelaku perompakan di laut, mencari ABK kapal MT Bright sebanyak 14 orang dan memberikan informasi posisi kapal yang akan dirompak kepada pelaku perompak di laut.

Sementara, peran dari Dn adalah sebagai penghubung antara A dan F, sekaligus ikut membantu tugas A dan F dalam mengendalikan rencana perompakan kapal yang membawa minyak tersebut.

“Pemilik kapal MT Bright dan pemodal perompakan ini atas nama Jimmy Tan yang merupakan warga negara Singapura. Sementara yang bertugas untuk memberikan informasi posisi kapal itu adalah Willian yang merupakan warga Negara Indonesia berada di Jakarta,” tuturnya.

Adapun perompakan ini bermula dari informasi yang diterima F dari Willian bahwa ada kapal yang keluar dari Singapura mengarah ke Vietnam melalui perairan Malaysia. Sementara, kapal MT Bright yang berisikan 14 perompak asal Indonesia sudah standby di perairan OPL Timur untuk menunggu kapal sasaran.

“Mereka ini digerakkan oleh Willian yang mempunyai koneksi tentang pergerakan kapal ini. Termasuk nama dan posisi kapal. Namun saat beraksi, ternyata kapal sasaran mereka tidak ada muatan alias kosong. Belum sempat mereka melarikan diri, sudah langsung diamankan APMM,” tuturnya.

foto: tni al untuk batampos.co.id

Iwan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kantor pusat untuk melakukan penangkapan terhadap Willian yang tengah berada di Jakarta. Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Singapura untuk mengamankan pemilik serta pemodal perompakan ini, Jimmy Tan.

“Untuk otak pelaku di Batam sudah habis kita amankan semua. Kita sudah berkoordinasi dengan Malaysia dan Singapura. Minyak hasil curian ini bisa mereka sulap memiliki dokumen. Ini sudah masuk dalam jaringan mafia Internasional,” tuturnya.

Iwan menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah mendapatkan arahan dari pimpinannya untuk melakukan tembak ditempat bagi perompak yang beraksi di perairan Indonesia.

“Kami sudah mempunyai alat canggih untuk menyadap semua percakapan mereka. Jadi kami tidak akan main-main, kalau ketemu langsung kami tembak di tempat,” imbuhnya. (gie)

Respon Anda?

komentar