KM Bukit Raya merapat di Faslabuh TNI AL di Selat Lampa setelah lepas dari kandas, karena cuaca buruk, Sabtu (2/6). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – KM Bukit Raya yang kandas di perairan Sedanau Natuna sejak 18 Mei lalu akhirnya dievakuasi ke Fasilitas Labuh (Faslabuh) TNI AL di Selat Lampa, Sabtu (2/6) kemarin.

Iklan

Keberhasilan dievakuasi kapal Pelni tersebut dibantu cuaca buruk, di mana gelombang membantu menggeser kapal dari lokasi kandas. Sejumlah warga menilai hal tersebut satu keajaiban. Lantaran target Pelni pada 4 Juni kapal sudah mulai beroperasi kembali.

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan mengatakan, pihak Pelni dan TNI AL yang ikut membantu evakuasi, memutuskan menyandarkan sementara KM Bukit Raya di Faslabuh TNI AL.

“Kapal Bukit Raya melakukan perbaikan lanjutan di Faslabuh TNI AL. Karena masih ada kebocoran saat lepas dari kandas, sebelum diperbaiki di galangkan kapal, kemungkinan di Batam,” kata Danlanal.

Sebelumnya KM Bukit Raya mengalami kerusakan pada lambung mencapai 18 persen yakni dua sekat ruang lambung, dari 13 sekat lambung kapal. Karena menabrak batu.
“Karena batu itu masuk di dalam lambung kapal, jadi ada kebocoran belum selesai dilas dan dilanjutkan di Faslabuh Selat Lampa,” ujar Danlanal.

Diketahui, saat menabrak karang, batu masuk beberapa sentimeter ke dalam lambung kapal. Saat pengelasan pekerja kesulitan karena terhalang batu. ”Karena cuaca buruk dan angin kencang, alhamdulillah kapalnya bergeser dan dapat dievakuasi,” sebut Danlanal.

Direktur Armada PT Pelni, Muhamad Tukul Harsono, memastikan KM Bukit Raya belum dioperasikan kembali dan akan diganti KM Lawit. ”Arus mudik jalur laut kami rasa masih tetap normal. Karena ada Sabuk Nusantara 139, Sanus 130 dan Sanus 162. Ditambah KM Lawit mengganti sementara KM Bukit Raya,” ujarnya. (arn)