batampos.co.id – Seorang guru ngaji di salah satu pesantren di Bintan bernama Soleh, 24, babak belur dihakimi massa karena diduga mencabuli santrinya di salah satu kamar pesantren, Senin (28/5), sekitar pukul 04.30 WIB. Akibat perbuatannya, pelaku harus mendekam di hotel prodeo Polsek Bintan Timur.

Kapolsek Bintan Timur AKP Muchlis melalui Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Ipda Anjar Rahmad Putra mengatakan, Senin (28/5) sekitar pukul pukul 04.30 WIB pelaku masuk ke kamar korban. Karena tidak ada orang di ruangan tersebut, pelaku berani melepas pakaian dalam dan memaksanya melakukan perbuatan tak senonoh.

Korban yang saat itu sedang sakit tidak kuasa melayani nafsu bejat pelaku. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, korban lantas menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya, Sy,41. Perbuatan asusila yang dilakukan oknum ustaz itu cepat menyebar dan membuat warga marah dan memukulinya hingga babak belur.Setelah dihajar warga, pelaku kemudian diseret ke kantor polisi. ”Pelaku diamankan usai diamuk warga pada Jumat (1/6) malam,” kata Anjar.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku. ”Korban juga telah dilakukan visum,” bebernya lagi.

Lurah Gunung Lengkuas, Ivan Golar Riyadi, mengatakan masyarakat kesal dengan perbuatan yang dilakukan oknum ustaz kepada santriwatinya tersebut. ”Saya pribadi juga marah,” katanya.

Dikatakannya, pondok pesantren yang berdiri tiga tahun lalu itu banyak melahirkan hafidz. Bahkan dalam beberapa ajang santrinya selalu unggul dan juara. Namun, perbuatan oknum ustaz membuatnya tercoreng.

Ia juga mengatakan, oknum ustaz cabul tersebut ternyata merupakan tamatan SMP dan tidak memiliki kompetensi mengajar. Hanya karena keterbatasan tenaga pengajar akhirnya oknum ustaz itu didatangkan ke Pulau Bintan untuk mengajar.
”Dia bukan seorang pengajar. Hanya dulunya pernah mondok. Kerjaan terakhirnya tukang cat dan pernah menjadi penjaga masjid,” katanya. (met)

Respon Anda?

komentar