batampos.co.id – Sabreen tidak kuasa membendung air matanya. Putrinya, Razan al-Najjar, tewas setelah tertembus peluru militer Israel (IDF). Perempuan 21 tahun itu menjadi korban tewas ke-119 sejak aksi demo di perbatasan Gaza berlangsung 30 Maret lalu. Dia bukan demonstran, melainkan petugas medis. Dia ditembak mati saat hendak menolong salah satu warga Palestina yang terluka. Pemerintah Israel menyatakan akan menyelidiki kasus tersebut.

Iklan

Al Jazeera mengungkapkan bahwa Al-Najjar menjadi relawan medis dalam aksi Jumat (1/6) di Khan Younis. Salah seorang warga Gaza yang merangsek ke perbatasan terluka. Tanpa pikir panjang, dia berlari mendekati korban luka. Tangannya sudah diangkat ke atas, memberi tanda bahwa dia tidak membawa senjata. Sama seperti petugas medis lainnya, Al-Najjar juga memakai baju putih.

Nahas, penembak jitu IDF gelap mata. Sebuah peluru ditembakkan dan menembus dadanya hingga merenggut nyawanya. Rencananya untuk bertunangan dengan relawan petugas ambulans Izzat Shatat setelah Ramadan tidak akan pernah terlaksana. ’’Pecahan peluru melukai tiga orang lainnya di tim kami,’’ ucap Rida di sebelah Al-Najjar.

Rida mengungkapkan, pada saat kejadian tidak ada demonstran di sekeliling mereka. Hanya petugas medis dan si korban luka. Namun, IDF tetap menembakkan gas air mata dan membunuh Al-Najjar. ’’Padahal, dari seragam, rompi, dan tas medis kami sudah menjelaskan siapa kami,’’ tegas Rida.

Banyak pihak yang mengecam tindakan IDF. Salah satunya utusan khusus PBB untuk perdamaian di Timur Tengah Nickolay Mladenov. Dia meminta Israel meninjau ulang kebijakan mereka untuk mengatasi demonstran. Dia juga menyatakan agar Hamas mencegah insiden di perbatasan.

’’Petugas medis bukan target serangan,’’ tegas Mladenov sebagaimana dilansir Reuters. Sejak aksi demo berlangsung akhir Maret lalu, ada 13 ribu orang yang terluka. Kejadian itu bukan kali pertama Israel menembak dengan membabi buta. Sudah ada dua jurnalis yang ikut tewas saat meliput demo tersebut.

Sementara itu, serangan layang-layang dengan bom molotov yang diterbangkan penduduk Palestina berhasil membakar ladang gandum di Nir Am, Or Haner, dan Be’eri kemarin (3/6). Pemadam kebakaran dan penduduk berusaha memadamkan api yang terus membesar. Sehari sebelumnya, 299 hektare lahan di Carmia, Israel, terbakar akibat layang-layang warga Gaza.

Secara terpisah, Hamas masih terus menembakkan roketnya ke Israel. Pembicaraan gencatan senjata yang diprakarsai Mesir, tampaknya, tidak lagi ditaati. Israel membalasnya dengan serangan udara. Sejauh ini tidak ada korban dari kedua pihak. (sha/c15/ano/JPG)