batampos.co.id – Potensi pendapatan zakat dari Kabupaten Kepulauan Anambas terus menunjukkan trend meningkatperbaikan. Sumbernya berasal dari pegawai di lingkungan Kabupaten Kepulauan Anambas, maupun pengusaha.

Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kepulauan Anambas Mustansyir, menjelaskan Baznas Provinsi pernah menargetkan Rp 350 juta dalam satu tahun. Namun pendapatan zakat di Anambas ternyata jauh diatas target. Bahkan Mustansyir optimis bisa mencapai Rp 750 juta per tahun.

”Dari Januari hingga Mei kita sudah mengumpulkan zakat sebesar Rp 290 juta, target kita sampai akhir tahun Rp 750 juta,” ungkapnya pada acara sosialisasi kebangkitan zakat di Aula Rumah Makan Siantan Nur Tarempa, Senin (4/6).

Dikatakannya kewajiban membayar zakat menurut Islam wajib hukumnya. Bukan hanya kepala daerah tapi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beserta lembaga tinggi negara juga menunaikan zakat secara bersama-sama pada 24 Mei lalu.

Upaya peningkatan pendapatan zakat kata Mustansyir, terus dilakukan salah satunya yakni dengan memperbanyak Unit Pengumpul Zakat (UPZ). “Kita sudah bentuk 157 UPZ di Anambas, seperti desa, termasuk setiap instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ungkapnya lagi.

Penyalurannya digunakan untuk membantu warga yang tidak mampu misalnya jika ada warga ingin melaksanakan usaha tapi tidak memiliki cukup modal, maka bisa dibantu dengan zakat tersebut. Ada anak sekolah dari kalangan tidak mampu bisa juga dibantu. “Banyak yang sudah kita bantu, tahun lalu pendapat zakat mencapai Rp 617,36 juta kita salurkan kepada warga tidak mampu yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, mendukung Baznas di daerah. Karena OPD sudah terdapat UPZ, maka dirinya mengimbau kepada seluruh kepala OPD untuk mengkoodinir pegawai agar melaksanakan zakat profesi. “Kepada seluruh kepala OPD agar mengkoodinir pengumpulan zakat,” ungkapnya saat membuka sosialisasi kebangkitan zakat.

Dirinya secara pribadi sangat setuju dengan adanya Baznas ini karena dirinya masih beranggapan bahwa dalam harta kita ada sebagian milik orang lain. “Ini harus dibangun melalui sosialisasi pertemuan dan imbauan insyaallah dapat membangkit naluri kita untuk menunaikan zakat,” jelasnya. (sya)

Respon Anda?

komentar