PASANGAN kekasih Jony Listyawan, 29, dan Fitriana Damayanti, 21, mendadak terkenal di dunia maya. Penyebabnya, keduanya menjalani sesi foto prewedding dengan latar Gunung Merapi meletus, Jumat (1/6) lalu.

Iklan

Jony sendiri mengaku tidak tahu jika hasil foto prewedding-nya akan menjadi perbincangan warganet. Meski demikian, dia berharap agar warganet tak berpikiran negatif terhadap foto-fotonya tersebut.

“Awalnya saya ngerasa bagus sekali. Cuma saya merasa ga enak. Banyak netizen yang bilang saya memanfaatkan suasana. Tapi saya juga ikut komen, ikut mendoakan agar yang terdampak Merapi dapat diselamatkan,” kata Jony, Minggu (3/6).

Sosok di balik viralnya foto prewedding itu adalah Sarsito, 40. Dia merupakan fotografer yang dipercaya mengambil gambar prewedding pasangan Jony-Fitriana.

Seperti dikutip kumparan.com, Sarsito mengaku bahwa dia sudah merencanakan agar pasangan tersebut mengambil foto di hari meletusnya Gunung Merapi. Sarsito sendiri merupakan warga sekitar lereng Merapi, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

“Untuk prewedding ini sebetunya hari Minggu. Tapi saya minta hari Jumat, karena keyakinan saya sih antara pukul 06.00 sampai 08.00 itu itu akan erupsi,” ujar Sarsito, Minggu (3/6).

Sarsito menjelaskan, pasangan yang menjadi kliennya itu memiliki ikatan kekerabatan dengannya. Paman dari Fitiana, Teguh, tak lain merupakan kawannya. Oleh karena itu, dia yang mengatur segala teknis pemotretan. Termasuk merancang agar pasangan tersebut dapat difoto dengan latar Merapi meletus. Meski pasangan tersebut tak tahu menahu.

“Saya enggak bilang (akan meletus). kalau bilang klien saya nanti takut. Karena menggelegarnya kan luar biasa. Abu vulkaniknya luar biasa,” ujar dia.

Meski Sarsito telah merencanakan hal tersebut, itu bukan berarti dia tak mempersiapkan segala antisipasi terhadap hal yang tak diinginkan. Menurutnya, dia pun sengaja memilih tempat yang tak terlalu berbahaya.

“Saya sudah persiapkan (tempat) yang dekat evakuasi,” kata Sarsito yang sudah bekerja sebagai fotografer sejak 1995 itu.

Bagi Sarsito, fenomena meletusnya Gunung Merapi bukan merupakan hal yang asing di wilayahnya. Semua warga Desa Cepogo, kata dia, sudah terbiasa dengan adanya peristiwa alam tersebut. (JPG)