Pemotor mengisi bahan bakar Premium di SPBU Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (5/6).
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – PT Pertamina memprediksi penggunaan produk BMM jenis premium di Kepri meningkat 1,6 persen selama libur lebaran.

Sementara untuk pertalite turun 21 persen dan pertamax turbo 12 persen.

Sales Executive Retail Wilayah XII, Ida Bagus Ru Adhi Atma Wiguna mengatakan penyaluran premium saat lebaran diprediksi meningkat dari 796 kiloliter perhari menjadi 808 kiloliter. Peningkatan penggunaan BBM jenis premium terjadi sejak kenaikan harga pertalite sejak Maret lalu.

Dimana harga pertalite naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.150 perliter. Sedangkan harga premium perliternya hanya Rp 6.450.

“Kalau dihitung rata-rata perhari kenaikan konsumsi premium lebaran nanti naik 1,6 persen. Hal itu dikarenakan konsumsi pertalite berkurang sejak kenaikan bulan Maret lalu,” ujar Bagus di Kantor Pertamina, kemarin.

Menurut dia, konsumsi pertalite turun hingga 21 persen, dari penyaluran normal 259 kiloliter menjadi 204 kiloliter. Sedangkan konsumsi premium turun 12 persen dari 59 kiloliter menjadi 52 kiloliter. Begitu juga dengan biosolar turun 1 persen dari 282 kiloliter menjadi 279 kiloliter.

“Penggunaan ini berkurang karena banyak yang mudik lebaran juga, jadi masyarakat yang biasa memakai pertalite beralih ke premium, sehingga konsumsi premium diprediksi meningkat,” imbuh Bagus.

Disisi lain, Bagus juga menjelaskan selama lebaran PT Pertamina Cabang Batam juga membentuk Satgas khusus dalam pengawasan produk Pertamina. Mulai dari BBM, Avtur hingga gas.

“Pasokan BBM ke masyarakat propinsi disuplay dari 4 terminal, yakni TBBM Kabil,TBBM Kijang, TBBM Tanjunguban, dan TBBM Natuna ke 51 SPBU yang ada di Kepri,” ungkap Bagus.

Sementara General Manager PT Pertamina MOR VII, Joko Pitoyo dalam siaran langsungnya ke Kepri membantah adanya rencana kenaikan harga pertalite dan pertamax usai lebaran. Menurut dia, pihaknya belum mendapat informasi terkait kenaikan harga BBM khusus tersebut.

“Terlalu dini untuk dibahas, karena kami dari MOR satu juga belum dapat informasi dari pusat,” jelasnya.(she)

Advertisement
loading...