batampos.co.id – Manajer PT PLN (Persero) Area Tanjungpinang Fauzan mengatakan program terjahitnya suplai listrik dari Selat Panjang, Riau ke Tanjungbalai Karimun, Kepri dipastikan selesai tahun 2020 mendatang.

“Jalurnya lebih pendek jika dibanding Batam ke Karimun,” ujar Fauzan, usai buka puasa bersama dengan media di CK Hotel, Rabu (6/6).

Fauzan menjelaskan, persediaan pasokan listrik di seluruh Kepri kecuali Batam sebesar 135 Mega. Sementara beban puncak hanya 75 Mega. Sehingga PLN memiliki surplus atau cadangan listrik sebesar 60 Mega atau sekitar 44 persen. Dari jumlah tersebut, transfer koneksi dari Batam sebesar 120 Mega.

“Alhamdulillah, sampai saat ini pelayanan kami masih yang terbaik. Hampir tiap hari tidak pernah ada gangguan,” kata Manajer yang meliputi seluruh wilayah Kepri kecuali Batam ini.

Jumlah keseleluruhan pelanggan di Kepri lanjut Fauzan, sebanyak 249 ribu. “Jumlah ini tidak termasuk pelanggan yang di Batam,” jelasnya.

PLN Area Tanjungpinang menawarkan promo Gemerlap Lebaran. Promo ini memberikan penambahan daya gratis untuk rumah ibadah dan potongan harga 50 persen untuk pelanggan rumah tangga. “Promo ini berakhir sampai tanggal 30 Juni nanti,” ujarnya.

Meski kondisi persediaan listrik sangat mencukupi, namun PLN terus mengembangkan pembangkit lainnya. Dengan hadirnya mesin pembangit gas sebesar 30 Mega di Teluk Sasah Bintan, Fauzan menyakini ke depan khususnya Bintan dan Tanjungpinang tidak akan lagi ketergantungan pasokan listrik dari Batam.

“Insya Allah, akhir tahun 2019, mesin gas yang di Teluk Sasah sudah bisa beroperasi. Artinya untuk persoalan listrik nantinya Pulau Bintan ini akan aman. Sampai saat ini jumlah pelangan Bintan dan Tanjungpinang sebanyak 120.878 pelanggan,” pungkasnya.(cca)

Respon Anda?

komentar