Iklan
Turis Korea menggunakan payung berjalan menuju Jembatan I Barelang, Sagulung, Kamis,(7/6). Menjelang lebaran turis dari luar negeri meningkat mengunjungi Batam untuk berwisata. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sepanjang bulan puasa, terdapat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Meskipun begitu, pemerintah optimis mampu mengejar target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 17 juta orang.

Iklan

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menuturkan, tingkat penurunan wisman maupun wisnus di bulan Ramadan bisa sampai 50 persen. “Khususnya dari negara-negara mayoritas muslim, seperti Malaysia,” katanya di Jakarta, Rabu (6/6) malam.

Dia berharap, setiap bulan puasa, hotel-hotel di kota besar di Indonesia, membuat semacam promo hot deal. Sehingga bisa memaksimalkan kunjungan wisatawan meskipun di bulan puasa.

Menurut Arief, khusus untuk wisnus, meskipun di bulan puasa turun, akan melonjak drastis ketika Lebaran. Dia menjelaskan, tingkat kunjungan wisnus di bulan puasa anjlok 50 persen, dari 20 jutaan jiwa menjadi 10 juta jiwa.

Tapi, khusus saat momentum Lebaran, ada 20 juta pergerakan wisnus di seluruh Indonesia. “Tanpa digerakkan, saat Lebaran aktivitas wisatawan nusantara tinggi. Sekalian mudik, sambil berwisata,” katanya.

Untuk menyemarakkan dan menggerakkan pariwisata pada momentum Lebaran, Kemenpar akan menyuguhkan destinasi-destinasi favorit. Selain itu, juga tempat-tempat kuliner yang khas di masing-masing daerah. Dia berharap wisatawan bisa saling berbagi informasi destinasi wisata serta tempat kuliner khas di daerah masing-masing.

Sementara itu, untuk wisman, meskipun memasuki Lebaran, tidak otomatis bakal ada peningkatan kunjungan. Namun, Arief optimis bahwa target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 17 juta bisa terpenuhi. Dia mengatakan, selama Januari sampai April tahun ini, kunjungan wisman mencapai 5 jutaan jiwa.

“Kalau setahun berarti 5 juta dikali tiga, minimal dapat 15 juta. Tapi kita optimis kunjungan wisman tahun ini bisa 17 juta,” jelasnya.

Menteri asal Banyuwangi itu mengatakan, berani memasang target 17 juta wisman, karena tingkat kunjungan semester kedua umumnya lebih besar dibanding semester pertama. Perbandingannya bisa 45 persen di semester pertama dan 55 persen semester kedua. Sebagai gambaran, kunjungan wisman 2017 tercatat 14 juta jiwa.

Sementara itu terkait aksi bom gereja di Surabaya beberapa waktu lalu, Arief mengatakan tidak berdampak signifikan pada kunjungan wisman. Sebab, Surabaya bukan jujukan wisman di Indonesia. (wan/ttg)