Deputi 3 Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Dwianto Eko Winaryo | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jakarta Inti Land dan Grup Santika akan segera membangun hotel di Batam. Keduanya akan memanfaatkan lahan terlantar di kawasan Batamcentre.

“Dari Batamcentre, kami sudah mulai pemanggilan. Dan sudah ada tiga yang presentasi. Jakarta Intiland akan bangun hotel dan Grup Santika juga. Satu lagi saya lupa,” tutur Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo di Batamindo, Kamis (7/6).

Jakarta Inti Land merupakan pengembang terkemuka di Indonesia. Sedangkan Grup Santika merupakan salah satu pemilik jaringan hotel terbesar di Indonesia.

“Mereka serius sehingga kami tahu mereka mau buat apa. Jadi setelah ini bisa adendum atau buat perjanjian dengan mereka,” tambah Dwi.

Untuk Jakarta Intiland memang akan membangun hotel sedangkan Grup Santika akan membangun hotel dan juga pusat konvensi.

“Santika ini mereka juga diminta menjadi operatornya,” cetus Dwi.

Setelah Lebaran nanti, BP Batam akan segera mengevaluasi lahan terlantar di Kabil. Tujuannya adalah mendata jumlah lahan yang tersedia agar bisa menyerap kebutuhan industri.

Sekarang memang agak sulit untuk mengakomodir kebutuhan industri terhadap lahan. Karena hampir seluruh lahan di Batam sudah teralokasikan.

Saat ini, lahan-lahan yang tersisa tidaklah banyak namun tersebar secara parsial di seluruh Batam. Sehingga jika investor ingin membangun lahan terintegrasi seperti di Batamindo atau Panbli tidak memungkinkan lagi.

“Tapi tetap juga ada industri recycling kardus dari Tanjunguncang yang berinvestasi di Tanjunguncang. Tahap awal mereka gunakan 16 hektar dan tahap kedua akan nambah 22 hektar,” ujarnya.

Terpisah, General Manager Batamindo Mook Soi Wah mengatakan kebutuhan lahan untuk industri di Batam memang masih tinggi.

Batamindo katanya masih memiliki lahan kosong sebanyak 17 hektare. Menurut Mook, sisa lahan tersebut masih cukup untuk mengakomodir investor di Batamindo.

“Lahannya masih cukup. Apalagi untuk ekspansi perusahaan disini atau menerima perusahaan yang baru,” katanya.

Meski lahan tinggal sedikit, hal tersebut bukan masalah. Mook mengatakan hal terpenting adalah bagaimana menjaga agar iklim investasi di Batam tetap kondusif.(leo)

Respon Anda?

komentar